Senin, 1 Juni 2026

Berita Blitar

Perempuan di Kota Blitar Ini Olah Limbah Kayu Maple Jadi Arloji Estetik

Berbekal ilmu kuliah jurusan desain produk, perempuan asal Kota Blitar, mencoba menekuni bisnis kerajinan arloji kayu berbahan limbah kayu maple.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Samsul Hadi
Ica menunjukkan arloji estetik berbahan limbah kayu maple produksinya di rumahnya, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Sabtu (13/1/2024). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Berbekal ilmu kuliah jurusan desain produk, Ryssa Putri (24) perempuan asal Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, mencoba menekuni bisnis kerajinan arloji atau jam tangan kayu.

Ica, panggilan akrab Ryssa Putri, mengolah limbah kayu maple untuk memproduksi arloji kayu yang estetik.

"Background-ku yang paling dekat membawa aku ke sini (bisnis jam tangan kayu), karena aku kuliah desain produk di salah satu kampus di Surabaya. Selain itu, sejak dulu aku juga suka bikin-bikin sesuatu," kata Ica, Sabtu (13/1/2024).

Ica menggunakan ruangan paling depan rumah orang tuanya sebagai bengkel, sekaligus tempat workshop memproduksi jam tangan kayu.

Ruangan yang ditata mirip kafe itu, juga menjadi tempat memajang jam tangan kayu produksinya. Puluhan jam tangan kayu terlihat tertata rapi pada rak di salah satu sudut ruangan.

"Ini bengkel sekaligus tempat workshop, basecamp dan rumah. Semua kegiatan dikerjakan di ruangan ini," ujar Ica.

Ica mulai terjun menekuni bisnis kerajinan jam tangan kayu pada Agustus 2022 lalu. Namun, Ica baru melaunching bisnis kerajinan jam tangan kayu miliknya pada Desember 2022.

Ica memilih bisnis kerajinan jam tangan kayu bukan tanpa sebab. Ica memang memiliki basic desain produk.

Selain itu, Ica juga pernah magang di salah satu produsen jam tangan kayu di Indonesia.

"Aku pernah magang di produsen jam tangan kayu yang lumayan terkenal di Indonesia. Di situ aku dapat basic cara bikin jam kayu. Saat tugas akhir kuliah, aku juga bikin jam tangan," jelasnya.

Karena sudah terlanjur basah di dunia arloji, Ica memutuskan menekuni bisnis kerajinan jam tangan kayu.

"Selama magang di produsen jam tangan, banyak ide-ide aku yang belum tersalurkan. Sekarang, dengan produksi sendiri, aku bisa menyalurkan ide-ide itu," katanya.

Ica memilih kayu maple sebagai bahan memproduksi jam tangan kayu.

Menurutnya, kualitas kayu maple yang biasa digunakan bahan membuat neck gitar itu lebih tahan lama dan seratnya juga bagus.

"Kayu maple ketahanannya bagus. Kalau dari sumbernya, kayu maple yang saya beli bisa dikatakan limbah, karena ukurannya bukan papan gede dan masih mentah, tapi sisa-sisa potongan yang dijual lagi. Tapi, limbah apa, saya kurang tahu," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved