Pilpres 2024

Khofifah Pimpin Jatim Hingga Pemilu 2024, Gerindra: Tetap Berkontribusi di Pemenangan Prabowo-Gibran

Khofifah yang menyatakan berada di dalam barisan pendukung Prabowo-Gibran, akan turun di mesin pemenangan Pilpres 2024 pada Januari mendatang.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Foto Istimewa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat diundang secara khusus dalam makan malam empat mata bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Restoran De Sumatera 1910, Kota Surabaya, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masih akan mengakhiri jabatannya pada 13 Februari 2024, atau sehari sebelum pemungutan suara Pemilu 2024 digelar (Rabu, 14 Februari 2024).

Menanggapi hal ini, Gerindra Jawa Timur memastikan strategi pemenangan Prabowo-Gibran tetap berjalan sesuai rencana sebelumnya.

Sebelumnya, Khofifah yang menyatakan berada di dalam barisan pendukung Prabowo-Gibran akan turun di mesin pemenangan Pilpres 2024 pada Januari mendatang.

Mengingat, di waktu tersebut, Khofifah telah menuntaskan jabatannya sebagai Gubernur Jatim yang seharusnya selesai pada 31 Desember mendatang.

Namun, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah memperbolehkan kepala daerah yang dilantik pada 2019 lalu bisa menuntaskan masa jabatannya hingga 2024.

Dengan kata lain, Khofifah bersama Emil Elestianto Dardak tetap akan memimpin Jawa Timur hingga Februari 2024, sesuai dengan waktu pelantikannya di 2019 lalu.

"Menurut saya sih nggak ada masalah. Kita ambil sisi positifnya," kata Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (22/12/2023).

Wakil Ketua DPRD Jatim ini mengatakan, bahwa masa jabatan tersebut memberikan kesempatan kepada Khofifah untuk menuntaskan program kerja. Mengingat, masa jabatan Khofifah akan utuh menjadi 5 tahun.

"Bu Gubernur bisa mengoptimalkan tugas-tugas, merealisasikan janji-janji politik yang disampaikan dalam kampanye Pilgub tahun 2018 yang lalu. Hal itu menjadikan masa jabatan Gubernur Jatim penuh sampai dengan Februari tahun 2024," ucap pria yang akrab disapa Gus Sadad ini.

Sekalipun tetap menjadi Gubernur Jatim, Khofifah diyakini tetap akan berkontribusi dalam gerak pemenangan Prabowo-Gibran, khususnya di Jatim.

Apalagi, menurut Sadad, Khofifah juga menjadi politisi yang berpengalaman ikut menyukseskan dalam berbagai gelaran pilpres sebelumnya.

Saat itu, Ketua Umum PP Muslimat ini juga bersamaan dengan mengampu sejumlah jabatan lain di samping terlibat dalam tim pemenangan Prabowo-Gibran.

"Saya tahu bahwa Bu Khofifah seorang pejuang," ujar Gus Sadad yang
juga, anggota DPRD Jatim empat periode ini.

"Saya yakin beliau akan mengambil peran strategis dalam pilpres yang akan datang. Menjadi bagian dari kemenangan Prabowo-Gibran. Seperti halnya yang telah beliau lakukan pada pilpres-pilpres sebelumnya," imbuh Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di Jawa Timur ini.

Untuk diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian uji materi Pasal 201 ayat (5) Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada Serentak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved