Minggu, 3 Mei 2026

Berita Surabaya

PT Siantar Top Bidik Pasar Ekspor ke Kanada dan AS Mulai Tahun 2024

PT Siantar Top Tbk menggelar paparan publik kinerja hingga triwulan III tahun 2023 dan proyeksi kinerja hingga akhir tahun 2023 dan tahun 2024

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
sri handi lestari/surya.co.id
Direktur Utama Siantar Top, Armin, bersama Direktur Siantar Top, Suwanto, saat paparan publik kinerja hingga triwulan III tahun 2023 di Surabaya, Jumat (15/12/2023). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan makanan ringan, PT Siantar Top Tbk, menggelar paparan publik kinerja hingga triwulan III tahun 2023 dan proyeksi kinerja hingga akhir tahun 2023 dan tahun 2024 mendatang.

Perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode STTP tersebut, hingga triwulan III tahun 2023 mencatatkan kinerja yang positif.

"Penjualan bersih STTP berhasil mencapai Rp 3,62 triliun selama Januari hingga September 2023, atau tumbuh 1,34 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, yang mencapai Rp3,57 triliun," kata Armin, Direktur Utama Siantar Top, Jumat (15/12/2023).

Meskipun sampai September kelihatannya tumbuh, tetapi Armin memperkirakan, penjualan di akhir tahun 2023 ini mengalami penurunan.

"Kami rasa penjualan bermasalah ini bukan cuma di perusahaan kita tetapi di industri lain di dunia, daya beli sedang bermasalah. Bahkan momen Natal dan Tahun Baru juga belum bisa meng-cover banyak,” jelas Armin.

Perkiraan turunnya penjualan itu diikuti dengan tren konsumsi masyarakat terhadap produk makanan ringan tahun ini cukup tertahan.

Sampai akhir tahun penjualannya diperkirakan bisa turun sekitar - 3 persen.

"Namun, kami telah menyiapkan sejumlah strategi mulai tahun 2024 dengan merambah pasar baru. Kami mendapat respon positif saat uji coba pasar di Kanada dan selanjutnya tahun depan kami target kembali ekspor ke Kanada dan Amerika Serikat (AS)," ungkap Armin.

Namun begitu, lanjutnya, untuk tahun depan perseroan akan lebih optmistis penjualan bisa tumbuh double digit yang diharapkan dapat terdongkrak dari momen pemilu dan momen libur hari besar keagamaan.

“Memang tahun depan tahun politik dan ekonomi global itu agak berat untuk pasang target, tapi kami akan berupaya untuk melakukan berbagai upaya baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor,” tambah Armin.

Meski penjualan 2023 sedikit tertekan tetapi perseroan masih memiliki strategi agar kinerja laba bersih masih tetap baik.

Hingga September 2023, STTP mencatatkan capaian laba bersih sebesar Rp 686 miliar atau naik sebanyak Rp 266 miliar atau setara 63,49 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Peningkatan laba yang siginfikan tersebut disebabkan karena pada 2022 perseroan sempat mengalami kesulitan produksi akibat perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan harga bahan baku naik sampai 40 persen.

Biaya shipping kapal yang tinggi juga membuat impor bahan baku dan ekspor produk tertekan.

“Karena harga bahan baku naik tajam, kami harus melakukan adjustment/penyesuaian harga jual produk, lalu tahun ini harga bahan baku sudah cenderung stabil dan mulai normal. Nah kondisi ini yang kemudian membuat laba kita tumbuh signifikan,” terang Armin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved