Pilpres 2024

Prabowo Subianto Kehilangan Dukungan dari Sejumlah Pendiri Demokrat Gara-gara Gibran dan Polemik MK

Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, kehilangan dukungan dari sejumlah pendiri partai Demokrat. Gara-garanya Gibran dan polemik MK.

Kompas.com
Prabowo Subianto. Prabowo Kehilangan Dukungan dari Sejumlah Pendiri Demokrat Gara-gara Gibran dan Polemik MK. 

SURYA.co.id - Calon presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto, kehilangan dukungan dari sejumlah pendiri partai Demokrat.

Gara-garanya adalah pencalonan Gibran Rakabuming jadi Cawapres.

Serta, polemik yang terjadi di Mahkamah Konstitusi.

Sejumlah pendiri Partai Demokrat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lintas Pendiri Deklarator Kader (FKLPDK) mengalihkan dukungan ke calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Mereka mencabut dukungan yang telah dideklarasikan untuk capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, karena polemik pencalonan Gibran Rakabuming sebagai cawapres dan kontroversi yang terjadi di Mahkamah Konstitusi.

Pengalihan dukungan dari Prabowo ke Ganjar-Mahfud itu diumumkan dalam acara yang digelar di Kawasan Jakarta Timur, Selasa (28/11/2023), dan turut dihadiri Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo, Arsjad Rasjid.

"Yang pasti FKPDLK migrasi ke Ganjar dari Prabowo, mencabut haknya dari Prabowo Saya yakin rakyat setuju dengan apa yang saya katakan," kata Ketua Umum FKLPDK Sahat Saragih dalam acara deklarasi itu, melansir dari Kompas.com.

Adapun FKLPDK sebelumnya mendeklarasikan dukungan ke Prabowo pada 19 September lalu di Rumah Besar Relawan 08, Slipi, Jakarta. 

Sikap itu sejalan dengan Demokrat yang juga bergabung di koalisi Prabowo. Saat itu, Prabowo belum mengumumkan sosok cawapresnya.

Namun, Sahat mengaku pihaknya kecewa saat Prabowo memilih putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres.

Apalagi, Gibran bisa maju sebagai cawapres lewat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023 yang kontroversial. 

Putusan itu mengubah syarat batas usia capres dan cawapres sehingga Gibran yang belum berusia 40 tahun bisa melenggang dengan modal jabatannya sebagai wali kota Solo.

Belakangan, paman Gibran Anwar Usman dicopot dari jabatannya sebagai ketua MK karena terbukti melanggar etik berat dalam proses pengambilan putusan itu.

"Karena Prabowo sangat tergantung pada dukungan penguasa, itu artinya Prabowo tidak memiliki kepercayaan diri," ucap dia.

"Akibatnya penguasa bernafsu untuk mempertahankan kekuasaannya melalui anak sulungnya, itu artinya penguasa tidak berjiwa negarawan," ujar Sahat.

Lebih lanjut, Sahat menyebut putusan MK tersebut juga menunjukkan bahwa kekuasaan digunakan untuk mengacak-acak tatanan hukum Indonesia.

"Hanya untuk kepuasan nafsu politik, itu artinya tidak ada lagi Etika dan aturan hukum di Indonesia," imbuh dia.

Sementara itu, Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid mengucapkan apresiasi atas deklarasi dukungan yang diberikan FKLPDK kepada pasangan Ganjar dan Mahfud pada Pilpres 2024.

Arsjad menyebut pemilu bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga soal memastikan kesejahteraan bangsa Indonesia.

"Dan kita di sini semua sama sama tahu bahwa Mas Ganjar dan Prof Mahfud adalah sosok yang paling tepat untuk mengatur Indonesia," ujar dia.

Lebih lanjut, Arsjad mengatakan pihaknya memiliki target mendapatkan 54 persen suara untuk memenangkan Pilpres dalam satu kali putaran.

Menurut dia, ini adalah tantangan besar namun ia optimis target bisa terpenuhi.

Selain itu, Arsjad juga optimis masa depaan Indonesia yang lebih baik jika Ganjar dan Mahfud menang Pilpres 2024.

"Untuk itu kami TPN Ganjar Mahfud memohon kepada ibu-ibu bapak-bapak yang ada di sini untuk bersatu saling mengisi dan menguatkan bersama tim pemenangan nasional dan juga daerah serta seluruh relawan komunitas dan simpul-simpul pendukung Ganjar Mahfud lainnya bersatu bergerak ke masyarakat melalui kampanye damai," ujar Arsjad.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved