SURYA Kampus

Kisah Anugrah Amin dan Juan Anugrah, Pemuda Papua Peraih Beasiswa di UGM, Perjuangan Tak Main-main

Dua pemuda asal Papua, yakni Anugrah Amin Ignatius dan Juan Anugrah Resmol berhasil mendapat beasiswa kuliah di UGM. Ini kisah keduanya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
KOLASE DOK KEMENDIKBUD
Juan Anugrah Resmol, salah satu pemuda Papua yang mendapat beasiswa ke UGM. 

SURYA.CO.ID - Dua pemuda asal Papua, yakni Anugrah Amin Ignatius dan Juan Anugrah Resmol berhasil mendapat beasiswa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Keduanya mendapat dana pendidikan berkat adanya Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), bantuan pemerintah kepada mahasiswa yang kondisi dan letak geografisnya sulit menjangkau akses pendidikan tinggi.

Anugrah Amin Ignatius, penerima beasiswa ADik Papua tahun 2020. Sementara Juan Anugrah Resmol adalah penerima beasiswa ADik tahun 2022.

Berikut kisah perjuangan keduanya. 

Kisah Juan : Tak Pernah Menyerah

Juan Anugrah Resmol mengaku berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas. Kondisi tersebut membuat orang tua Juan memintanya mendaftar sekolah kedinasan saja. 

Sebab dengan begitu, Juan tak perlu susah untuk kuliah secara gratis dan lulus bisa langsung kerja sehingga orangtuanya merasa masa depannya lebih terjamin bila diterima di sekolah kedinasan. 

Namun, setelah menerima informasi terkait beasiswa ADik, Juan akhirnya mencoba untuk mengikuti programnya dan berhasil masuk UGM beasiswa ADIK 2022.

Ia sempat berkecil hati untuk berhasil masuk UGM, tetapi setelah merenungkan matang-matang, ia akhirnya terus mencoba.

“Awalnya saya tidak yakin akan berhasil masuk UGM, namun saya pikirkan matang-matang dan berusaha untuk terus mencobanya,” ujar mahasiswa lulusan SMA Negeri 4 Jayapura tersebut.

Ia pun berharap, anak-anak lain yang memiliki latar belakang ekonomi yang terbatas bahkan kurang untuk tidak putus asa.

Lantaran ada banyak beasiswa yang disediakan pemerintah untuk bisa berkuliah.

Ia sendiri sempat gap year sebelum akhirnya masuk UGM tahun 2022.

Sebelumnya, ia sempat lolos seleksi masuk Universitas Indonesia (UI) namun karena keterbatasan dana untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT) yang ditetapkan, ia pun terpaksa harus mengundurkan diri.

Kisah Anugerah : Belajar empat kali lebih banyak dibanding mahasiswa lainnya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved