Inilah 10 Penyebab Doa Tidak Terkabul

Ada beberapa alasan mengapa doa-doa yang kita panjatkan tidak terkabul. Berikut 10 penyebab doa tidak terkabul tersebut.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Tribun Jabar
Ilustrasi berdoa 

SURYA.CO.ID - Doa adalah amalan ibadah. Ketika berdoa seorang Muslim memohon kepada Allah SWT dan berharap doa-doa tersebut dikabulkan.

Allah SWT melalui firmanNYA dalam Surat al Baqarah ayat 186 pun berjanji akan mengabulkan doa-doa hambaNYA.

"Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.S. Al Baqarah: 186).

Namun ternyata ada beberapa alasan mengapa doa-doa yang kita panjatkan tidak terkabul.

Penyebab Doa Tidak Terkabul

Dikutip dari buku Doa Ajaran Ilahi (2008) berikut 10 penyebab doa tidak terkabul selengkapnya.

Ibrahim ibn Adham, pernah menerima pertanyaan dari penduduk Basrah, "Mengapa kondisi kami tidak berubah? Bukankah Allah telah berjanji akan mengabulkan doa-doa orang yang memohon-Nya?" Ibrahim ibn Adham menjawab, "Ada sepuluh macam yang mengakibatkan doa kita tidak diterima. Di antaranya adalah:

1. Tidak Beribadah kepada Allah SWT

'Engkau mengenal Allah tapi tidak memenuhi hak-haknya. Maksud dari hak Allah tersebut adalah kewajiban makhluk untuk beribadah (mengabdi) kepada-Nya, dan menjalankan perintah-Nya. Maka jangan harap orang-orang yang tidak menjalankan perintah-perintah Allah doanya diterima.

2. Tidak Mau Mengamalkan Al Qur'an

Kedua, banyak membaca Al-Quran tapi belum mau mengamalkannya.

Maksud dari perkataan tersebut adalah ia mempunyai pengetahuan tentang Al-Quran tapi belum mau mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ataupun kalau belum mempunyai pengetahuan Al- Quran, ia tidak berusaha untuk memahaminya. Atau, lebih jauh lagi, memahami suatu kebaikan tetapi ia sering meninggalkannya, dan memahami adanya keharaman, tetapi sering melanggarnya.

3. Meninggalkan Amalan Sunnah

Ketiga: "Kalian mengaku mencintai Rasulullah, tapi meninggalkan sunahnya".

Lahirnya mengaku mencintai Rasulullah dan mengakuinya sebagai panutannya, tetapi praktiknya justru sering meninggalkan sunahnya, bahkan melanggarnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved