Selasa, 21 April 2026

Berita Gresik

Ikhtiar Warga Gresik Obati Anaknya Idap 5 Penyakit, Meski Upah Jadi Pengantar Galon Hanya Rp 1.000

Seperti ketika menerima kehadiran para dermawan dari lembaga sosial Sedekah Rombongan Gresik yang membantu keluarganya.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
sedekah rombongan Gresik
Cung Ali beserta putranya Bagus, menerima kedatangan para dermawan di rumahnya, di Dusun Kemuning, Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kesabaran Cung Ali (41), warga Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik dalam merawat tiga anaknya meski dalam kondisi kekurangan, benar-benar cermin ujian kehidupan sebenarnya. Bekerja sebagai tukang antar galon keliling dengan upah kecil, Cung Ali tidak berhenti berikhtiar mengobati BagusAditya Nasrullah, salah satu anaknya.

Bagus yang berusia 5 tahun merupakan anak sulung Cung Ali. Bagus yang didiagnosa mengidap lima penyakit dalam berat, kesehariannya hanya bisa tidur di atas kasur di lantai rumahnya.

Selain Bagus, Cung Ali juga tengah membiayai pendidikan dua putrinya, yaitu Naca Alsyha dan Adeeva yang duduk di bangku sekolah. Duda miskin itu hanya tamatan SD dan tidak bisa membaca tetapi harus menghidupi tiga anaknya selama tinggal di Dusun Kemuning, Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean.

Cung Ali memang sendirian menjadi penjaga ketiga anaknya karena ia berstatus duda. Kondisi ekonomi Cung Ali jauh dari kata layak karena di rumahnya yang sederhana itu, kasur lantai adalah salah satu barang mewah.
Beralaskan perlak dan kasur lantai, setiap hari ia membaringkan Bagus.

Dari informasi yang dihimpun, semula Bagus hanya didiagnosis mengalami kebocoran jantung dan selama menjalani proses pengobatan ternyata ditemukan gejala penyakit lainnya.

Bisa dibayangkan penderitaan bocah kecil itu ketika beberapa penyakit berat menyertai fisiknya. Saat ini ia mengidap lima penyakit bersamaan, yaitu Spastic Cerebral Palsy (kelumpuhan otak), Intrance Epilepsy (kejang), Laryngomalacia (masalah pernapasan), Hipotiroid (kekurangan hormon tiroid), dan Patent Ductus Arteriosus (kelainan pembuluh darah jantung).

Selain itu, Bagus belum bisa melihat secara normal akibat mengalami masalah pada sarafnya pada matanya. Sebagai orangtua, Cung Ali tentu memendam kesedihan mendalam atas apa yang dirasakan anaknya itu.

Tetapi di bawah keterbatasan pendidikan dan ekonominya, naluri sebagai orangtua membuatnya kuat untuk memegang amanah anak dari Yang Kuasa. Ia pun berjuang mengobatkan Bagus tanpa melalaikan kewajibannya mengasuh anak-anaknya yang lain.

Sebenarnya Bagus diharuskan berobat ke beberapa poli sekaligus yaitu poli jantung, poli gizi, poli mata, dan terapi. Namun saat ini tindakan pengobatan hanya dilakukan di poli jantung saja.

Karena pengobatan matanya harus menunggu ketika epilepsinya sudah sembuh terlebih dahulu dan untuk poli gizi hanya disarankan menggunakan susu formula untuk meningkatkan berat badannya.

Secara teori, semua solusi itu tepat dan benar. Tetapi kondisi keuangan Cung Ali jauh dari kata cukup, mana bisa ia membeli susu formula seharga ratusan ribu, sedangkan untuk makan sehari-hari saja tidak cukup.

Tidak dijelaskan apakah sejauh ini sudah ada intervensi dari pemda setempat. Hanya karena ada beberapa orang baik hati, Cung Ali sedikit berlega hati. Seperti ketika menerima kehadiran para dermawan dari lembaga sosial Sedekah Rombongan Gresik yang membantu keluarganya.

"Jadi bapak Cung Ali bekerja sebagai seorang pengantar galon dengan upah Rp 1.000 per galon. Bahkan tidak cukup untuk makan, jadi kami bantu suplai sembako sedikit demi sedikit," kata Syakur, perwakilan Sedekah Rombongan Gresik, Jumat (10/11/2023).

Penghasilannya yang minim membuat proses pengobatan Bagus mengalami kendala. Bahkan untuk membeli susu dan memakan pisang saja, Cung Ali harus menunggu ada rezeki berlebih.

Selain itu Bagus juga mengalami kendala dari segi transportasi untuk berobat. Jarak rumahnya dengan rumah sakit sangat jauh, biaya yang dibutuhkan jelas tidak sedikit untuk sekali kontrol.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved