Berita Pasuruan

Sugiyono Terpukul Lihat Cara Istrinya Meninggal, Kehilangan Kedua Setelah Kepergian Anak Tunggalnya

Sugiyono pun enggan membagikan ceritanya kepada media. Ia memohon maaf belum bisa memberikan pernyataan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Kondisi rumah Endang, wanita yang ditemukan meninggal di kamar mandi di Dusun Randupitu, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu (8/11/2023). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kematian Endang (47), yang diduga menjadi korban pembunuhan dengan ditemukan bersimbah darah di kamar mandi rumahnya, Selasa (7/11/2023) malam, begitu memukul batin suaminya, Sugiyono.

Warga Dusun/Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu terlihat menyimpan beban duka yang berat. Apalagi mengetahui bahwa istrinya ditemukan di dalam kamar mandi rumahnya dengan cara tidak manusiawi.

Bagi Sugiyono, kejadian ini menjadi pukulan berat keduanya. Bagaimana tida, dua tahun sebelumnya, Sugiyono dan istrinya baru ditinggal anak semata wayangnya.

Sugiyono pun enggan membagikan ceritanya kepada media. Ia memohon maaf belum bisa memberikan pernyataan. “Mohon maaf saya sudah diperiksa polsek, saya perlu istirahat,” kilah Sugiyono kepada awak media.

Dari informasi yang didapatkan, Sugiyanto sempat pulang siang harinya saat jam istirahat. Saat itu ia melihat rumahnya sudah terkunci dari dalam. Karena merasa istrinya sedang istirahat, ia pun kembali ke tempat kerjanya.

Sebelumnya, Sugiyono juga sempat dimintai keterangan oleh kepolisian bersama sejumlah saksi lainnya. Setelah dimintai keterangan, Sugiyono juga terlihat ikut prosesi pemakaman istrinya.

Jayadi, Ketua RT setempat mengatakan, saat sore Sugiyono pulang kerja masih melihat gerbang dan pintu terkunci. "Ia pun masuk rumah memakai kunci serep yang menjadi satu dengan kunci mobil," kata Jayadi.

Sesampainya di dalam rumah, kata Jayadi, Sugiyono terkejut melihat tubuh istrinya terbujur kaku di dalam toilet. “Sesuai dengan informasi yang saya terima, korban sudah tidak bernyawa,” tambahnya.

Sugiyono juga menemukan keran air kamar mandi seperti dipatahkan, pompa air terus menyala sehingga air di kamar mandi terus keluar. Setelah itu suami korban langsung meminta bantuan tetangga.

“Saya juga melihat ada bekas darah yang seperti diseret. Saya tidak berani ke tkp, karena ada sesuatu yang tidak beres. Makanya saya tidak masuk ke dalam, dan langsung lapor polisi,” tutupnya.

Sebelumnya dari penyelidikan, polisi menduga kuat bahwa Endang dibunuh karena ditemukan tiga luka tusuk di punggung serta lebam di tangannya.  Selain itu dari olah TKP, diduga korban dan pelaku saling kenal karena pintu dan jendela tidak rusak. ******

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved