Berita Mojokerto
Kecamatan Gondang Pilot Project Kerja Berbasis Kawasan, 105 Warga Mojokerto Dilatih Ketrampilan
Empat desa di Kecamatan Gondang yang terpilih adalah Desa Kebuntunggul, Des Dilem, Des Begaganlimo dan Desa Gumeng.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Kawasan Ekowisata Majapahit, di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto menjadi pilot project program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Dampak dari status pilot project ini, ada ratusan warga di empat desa di Kecamatan Gondang yang mendapat pelatihan ketrampilan meliputi kejuruan batik, kerajinan tangan dan tata boga.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Titik Mas’udah mengatakan, kecamatan Gondang di Kabupaten Mojokerto adalah satu-satunya di Jawa Timur yang menjadi pilot project diterapkannya perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan.
Empat desa di Kecamatan Gondang yang terpilih adalah Desa Kebuntunggul, Des Dilem, Des Begaganlimo dan Desa Gumeng.
"Saya sampaikan bahwa Kecamatan Gondang terpilih dari lima pilot project dari Kemnaker RI dan satu-satunya di Jatim sebagai perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan. Kecamatan Gondang sebagai Kawasan Ekowisata Majapahit," jelas Titik usai membuka pelatihan berbasis kawasan di Lembah Mbencirang, Desa Kebontunggul, Senin (6/11/2023).
Titik mengungkapkan, program ini melibatkan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat .
Kegiatan ini merupakan program ketiga di tahun 2023 yang dimulai sejak 2021 lalu, dengan tujuan membuat ekosistem dari hulu ke hilir. Setidaknya, ada 20 kecamatan yang ditetapkan sebagai perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan di Indonesia.
"Di Kecamatan Gondang ini wirausahanya lebih ke makanan (Kuliner), handycraft misalnya batik dan lainnya. Sebenarnya sudah berkembang dari tahun lalu seperti batik," terangnya.
Menurut Titik, batik paling potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Mojokerto. Apalagi Desa Kebontunggul, memiliki wisata Lembah Mbencirang.
Pihaknya mendukung dengan setiap tahunnya ada lima Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan pelatihan yang melibatkan ratusan warga di empat desa tersebut.
"Kami berharap produk (batik) lokal ini dapat dikembangkan di Kabupaten Mojokerto. Desa Mebontunggul dapat menjadi sentra pemasaran dari desa-desa lain yang kita tetapkan sebagai kawasan. Menjadi pusat marketing maupun pemasaran produk-produk dari tiga desa lainnya," bebernya.
Kepala BPVP Sidoarjo, Muhammad Aiza Akbar menjelaskan lebih dari 100 orang mengikuti pelatihan berbasis kawasan ini. "Kalau tahun ini ada 105 peserta, untuk pelatihan produktivitas selama empat hari dan pelatihan batik, handcraft, tata boga 10 hari yang dimulai hari ini," ungkap Akbar.
Ditambahkan Akbar, tahun ini adalah pelatihan batik, kerajinan tangan, tata boga bagi mereka yang belum memiliki usaha. Sedangkan 25 orang dilatih produktivitas yang telah memiliki usaha dan sudah berjalan.
"Pelatihan produktivitas pesertanya adalah mereka yang sudah memiliki usaha. Kita harapkan bisa menjadi kelompok untuk mengembangkan hasil pelatihan dan bermanfaat mendongkrak perekonomian masyarakat," pungkasnya. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Perluasan-pilot-project-Mojokerto.jpg)