Doa Turun Hujan Arab, Latin Lengkap dengan Artinya
Berikut doa turun hujan sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW lengkap dengan tulisan Arab, latin dan artinya.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Bagi umat Islam, hujan merupakan rahmat dari Allah SWT untuk seluruh makhluk hidup.
Sebagai bentuk syukur, kita umat muslim dianjurkan untuk membaca doa turun hujan sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW.
Ada beberapa bacaan doa sesuai sunnah. Setiap doa turun hujan tersebut berbeda-beda redaksinya tergantung kondisi yang ada.
Berikut beberapa doa ketika turun hujan lengkap dengan tulisan arab, latin dan artinya dikutip dari berbagai sumber.
1. Doa Turun Hujan
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allahumma shoyyiban nafi’an
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hujan yang bermanfaat".
Dikutip dari buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi (2018), Rasulullah SAW membaca doa saat hujan Allahumma Sayyiban Nafi'an agar diberikan hujan yang bermanfaat.
Di dalam Kitab Sunan Ibnu Majah disebutkan bahwa doa ini, diucapkan sebanyak dua atau tiga kali.
2. Doa Hujan Bermanfaat
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.
Artinya: Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.
3. Doa Ketika Turun Hujan Deras
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma hawalaina wala ‘alaina, Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari
Artinya: "Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan." (HR Bukhari Muslim).
Dikutip dari buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi (2018), hujan deras hingga menyebabkan bencana juga pernah terjadi di jaman Nabi Muhammad SAW.
Dalam Kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, melalui Anas R.A diceritakan saat itu seorang laki-laki datang menceritakan hujan deras telah menyebabkan jalan-jalan terputus, dan harta benda binasa.
Lantas Rasulullah SAW mengangkat tangan dan membaca doa tersebut.
4. Doa Ketika Mendengar Suara Petir
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
Subhanalladzi yusabbihur ro'du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih
Artinya, "Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya."
Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H. Hamdan Hamedan, MA. (2021) bacaan doa ini didasarkan pada dalil berikut:
Ketika Abdullah bin Zubair ra., mendengar petir, dia menghentikan pembicaraannya, kemudian mengucapkan doa ini. (Al-Adab Al-Mufrad no. 120)
5. Doa Setelah Hujan
Sebagian ulama termasuk Imam Nawawi menyebutkan sebaiknya umat Islam membaca doa berikut ini ketika hujan reda.
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
“Kita telah dihujani dengan anugerah Allah serta rahmat-Nya.”
Bacaan doa ini mengandung pengakuan dan bentuk rasa syukur kita karena Allah telah memberikan hujan sebagai anugerah dan rahmat dari-Nya bukan sebagai adzab bagi kita.
Keutamaan Hujan
keutamaan atau manfaat hujan bagi makhluk di bumi disebutkan juga dalam Surat An-Nahl ayat 10:
هُوَ الَّذِي أَنزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ
Artinya: “Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu. Sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan yang dengannya kamu menggembalakan ternakmu."
Tafsir Kementerian Agama mengatakan, Allah menyebutkan nikmat yang diperoleh manusia dari langit secara langsung atau tidak langsung. Nikmat Allah yang mereka peroleh secara langsung adalah air hujan yang dapat dijadikan air minum dan keperluan lainnya dalam kehidupan mereka sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, dan lain sebagainya. Turunnya air hujan juga membuat udara yang panas menjadi sejuk dan menyegarkan badan.
Sedang nikmat Allah yang diperoleh secara tidak langsung dari air hujan adalah air itu dapat mengairi sawah dan menghidupkan segala macam tumbuh-tumbuhan. Segala tumbuhan itu sangat bermanfaat bagi manusia dan makhluk lain, seperti manusia dapat menggembalakan binatang ternak mereka di padang rumput.
Ayat ini merupakan salah satu dari sekian banyak ayat yang berbicara mengenai hujan dan kesuburan yang diakibatkannya. Manfaat lain dari keberkahan air hujan juga dapat dilihat pada Surah an-Nur ayat 43 dan ar-Rum ayat 48-49. Sedangkan uraian mengenai bagaimana hujan sangat berperan untuk kesuburan dapat dilihat pada Surah Qāf ayat 9-11.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bolehkah-puasa-senin-kamis-saat-isra-miraj-begini-penjelasan-hadist-imam-al-baihaqi.jpg)