Senin, 4 Mei 2026

Berita Viral

Sosok Lee Troutman, Influencer Kebugaran Divonis Kanker Stadium Akhir di Usia 20 Tahun, Ini Kabarnya

Influencer kebugaran bernama Lee Troutman divonis kanker stadium akhir saat berusia 20 tahun, begini kondisinya kini.

Tayang:
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Musahadah
Instagram/lee_troutman
Sosok Lee Troutman, influencer kebugaran yang divonis mengidap kanker stadium akhir, begini kondisinya kini. 

Dilansir dari laman Mirror, Selasa (5/9/2023), Lee Troutman dan sang ibu menemukan seorang dokter yang setuju untuk menangani penyakitnya.

"Dia memberi saya harapan dengan peluang 5 persen untuk bertahan hidup," ungkapnya.

Dokter menyebut, keinginan selamat dari limfoma membutuhkan pengobatan kanker yang agresif.

Baca juga: KONDISI TERBARU Nunung usai Operasi Pengangkatan Sel Kanker, Alami Ini Akibat Keteledoran

Namun, langkah ini perlu diawali dengan transplantasi sumsum tulang.

"Dan setelah itu, saya akan memiliki peluang 70 persen untuk lolos," kata dia.

Kendati demikian, Troutman baru menjalani transplantasi sumsum tulang saat paru-parunya telah rusak dua kali.

Sebelum merasakan prosedur operasi transplantasi, dia dipasangi ventilator dan selang sebagai jalur makanan.

Setelah ventilator dilepas, Troutman menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan kembali berat badan dan massa ototnya.

Di sela-sela kegiatan tersebut, dia juga tetap rutin kemoterapi agar cukup kuat untuk melakukan prosedur operasi transplantasi sumsum tulang.

"Selama masa ini, saya belajar kembali bagaimana melakukan hampir semua hal, mulai dari berjalan hingga makan," katanya.

Dia pun memperkirakan, telah menjalani setidaknya transfusi 50 trombosit dan darah, serta lebih banyak prosedur kemoterapi untuk pengobatan kanker.

"Pada saat itu saya tidak ingat perawatannya, tapi melihat ke belakang, ini sangat melelahkan," aku Troutman.

Pada Mei 2022, Lee Troutman akhirnya menerima transplantasi sumsum tulang dari donor yang tidak disebutkan namanya.

Usai operasi, dia menghabiskan 200 hari dalam karantina dan mengonsumsi 63 obat setiap hari untuk memastikan transplantasinya berhasil.

"Saya kesepian, dan itu benar-benar membuat saya rindu berada di rumah sakit tempat saya bertemu dokter, perawat, dan terapis secara rutin," ujarnya. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved