Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
4 Sikap Mencurigakan Yosef Sebelum Kasus Subang Terkuak, Guru di Yayasan Heran dengan Gelagatnya
Tersangka kasus Subang, Yosef, sempat menunjukkan beberapa sikap mencurigakan sebelum kasus ini terkuak.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYA.co.id - Tersangka kasus Subang, Yosef, sempat menunjukkan beberapa sikap mencurigakan sebelum kasus ini terkuak.
Bahkan, salah satu guru di Yayasan Bina Prestasi sempat mencium gelagat janggalnya.
Hal ini diungkapkan oleh Yoris.
Sejak awal pembunuhan ibu dan anak di Subang, Yoris Raja Amanullah sudah menaruh curiga.
Ada sejumlah sikap Yosef yang membuat Yoris menjadi curiga pada ayahnya sendiri.
Berikut ulasannya.
1. Minta Uang
Dua hari pasca pembunuhan Tuti dan Amel, Yosef mendadak meminta Yoris mencairkan dana BOS dari Yayasan Bina Prestasi sebesar Rp 22 juta.
Yosef meminta saat Yoris berada di rumah kakak Tuti, Lilis.
Ayah dari Amalia Mustika Ratu ini bahkan sampai menunjuk Danu sebagai bendahara yayasan demi bisa mencairkan uang tersebut.
2. Tak Mau Kasusnya Diusut
Yoris bercerita, ia sempat merasa sangat marah pada Yosef.
Momen itu terjadi ketika Yoris mengajak Yosef mengusut pelaku pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
"Pasca kejadian, 'pah yuk kita nyari pelakunya'. Aa (Yoris) selalu bersemangat selalu hayu kita nyari. saya yang ngajak," kata Yoris, melansir dari Tribun Bogor.
Namun jawaban Yosef justru membuat Yoris merasa sangat emosi.
"Papa selalu bilang, 'yang udah mah udah aja'," kata Yoris menirukan ucapan Yosef.
3. Banyak Sidik Jari di TKP Kasus Subang
Suami dari Yanti ini juga bercerita pesan Yosef saat pertama kali diperiksa polisi.
Yosef sudah pesimis akan keselamatannya.
Betapa tidak, Yosef mengatakan pada Yoris bahwa dirinya akan segera ditetapkan sebagai tersangka.
"Kita di BAP pertama waktu di polsek papa pernah bilang, 'doain papa kalau begini mah papa jadi tersangka, soalnya banyak sidik jari papa di TKP'," kata Yoris.
Selang beberapa hari kemudian, Yosef sudah didampingi pengacara, Rohman Hidayat.
"Di hari berikutnya udah punya pengacara," katanya.
4. Doktrin Guru di Sekolah
Bukan hanya pada Yoris, Yosef juga ternyata berusaha meyakinkan anak buahnya di Yayasan Bina Prestasi Nasional.
Perlu diketahui bahwa yayasan ini membawahi dua sekolah, SMP dan SMK.
Setelah pembunuhan Tuti dan Amel, Yosef menjadi ketua yayasan, sedangkan Yoris menjabat kepala sekolah.
Kata Yoris, sejak kasus Subang, sikap Yosef di sekolah sangat berbeda.
"Dari kepribadiannya sehari-hari, ketika datang ke sekolah," katanya.
Bagaimana tidak, Yoris selalu meyakinkan guru-guru di sekolah bahwa dia bukan tersangka kasus Subang.
"Selalu bilang 'saya bukan tersangka'. Padahal guru-guru gak nanya," kata Yoris.
Akibat ucapannya itu sejumlah guru sampai heran akan sikap Yosef.
"Ada satu dua guru yang, 'a papa tuh agak beda yah'," kata Yoris.
Nasib Yosef
Sementara itu, nasib Yosef Hidayat, tersangka utama kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang semakin terpojok.
Setelah dijerat pasal pembunuhan berencana atas tewasnya istri dan anaknya, Tuti Suhartini dan Amaia Mustika Ratu, Yosef Hidayat kini dibidik pidana baru oleh polisi.
Pidana yang menjerat Yosef Hidayat ini adalah soal dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Saat ini penyidik Polda Jabar tengah mengusut aliran dana bantuan operasional sekolah (BOS) pada Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef Hidayah.
Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, mengatakan, pencairan dana BOS tersebut didalami untuk mengetahui ke mana aliran dana tersebut.
"Setelah kejadian itu mungkin ada beberapa pencairan dana BOS. Ini sedang kami selidiki arahnya ke mana," ujar Surawan di Mapolda Jabar, Jumat (27/10/2023).
Saat ini, kata dia, sejumlah pengurus yayasan sudah diperiksa. Polisi juga memblokir empat rekening milik Yayasan Bina Prestasi Nasional.
"Berdasarkan temuan-temuan kami di TKP dan tempat keluarga, ada beberapa data siswa yang fiktif."
"Kami juga melakukan blokir beberapa rekening yang digunakan untuk menerima dana BOS dan BPMU," ucapnya.
Surawan menjelaskan, ada 4 rekening yang diblokir pada Yayasan yang sebelumnya dipimpin Yoris Raja Amanullah tersebut.
Pemblokiran ini pun telah dikomunikasikan pihak kepolisian dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Subang.
"Kita juga sudah bersurat dengan Disdik provinsi dan kabupaten, untuk sementara bantuan dana akan dihentikan dulu," tuturnya.
Menurut Surawan, saat ini sekolah SMP dan SMK di bawah yayasan tersebut sudah tidak beroperasi.
"SMP sama SMK, bisa cek ke lokasi, itu selama ini sudah kelihatan tidak ada operasional di sekolah, data siswanya juga fiktif," tuturnya.
Pendalaman siswa fiktif juga masih terus dilakukan kepolisian.
Hal ini guna mengungkap kabar dugaan motif pembunuhan Tuti dan Amel yang dilatarbelakangi yayasan tersebut.
Disinggung apakah nanti ada tindak pidana baru pada kejanggalan yayasan tersangka Yosef ini, hal tersebut masih didalami.
"Mungkin nanti ada tindak pidana baru, kita proses lagi. Kita dalami terkait motif khususnya terkait pengelolaan keuangan yayasan," tuturnya.
Pendalaman soal yayasan ini pun kini mulai ada titik terang.
Nantinya polisi akan merangkum semua hasil penyelidikan untuk melihat kelengkapan rangkain perisitiwa pembunuhan ini.
"Sedikit banyak kita sudah mulai terbuka, kalau sudah klop semua keterangan kita sampaikan," tuturnya.
Dari pemeriksaan terhadap yayasan tersebut, kata Surawan, penyidik kemudian mendalami motif pelaku menghabisi nyawa Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23).
"Kami dalami motif khususnya terkait pengelolaan keuangan yayasan," katanya.
Diberitakan, ada lima orang tersangka dalam kasus pembunuhan di Subang, yakni M Ramdanu (keponakan Tuti), Yosep (suami Tuti), Mimin (istri kedua Yosep), Arighi Reksa Pratama (anak dari Mimin), dan Abi (anak dari Mimin).
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.