Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

FAKTA BARU Pengakuan Danu Sebelum Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Beber Curhat Pilu Yosef

Muhammad Ramdanu alias Danu membeberkan fakta baru sebelum terjadinya pembunuhan ibu dan anak, Tuti dan Amalia di Subang, Jawa Barat. Ini selengkapnya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
Kolase TribunJabar.id
Lokasi pembunuhan ibu dan anak di Subang. 

SURYA.CO.ID - Muhammad Ramdanu alias Danu membeberkan fakta baru sebelum terjadinya pembunuhan ibu dan anak, Tuti dan Amalia di Subang, Jawa Barat.

Pengakuan terbaru Danu itu diungkapkan anggota tim kuasa hukumnya, Ahid Syaroni.

Ahid Syahroni mengatakan, di malam pembunuhan, Yosef, tersangka utama kasus Subang, sempat curhat pada Danu mengenai keluarganya.

Saat itu, Yosef mengungkapkan kekecewaannya karena perlakuan istri dan anaknya.

Pertemuan antara Yosef dan Danu itu sendiri terjadi di warung pecel lele.

Dalam curhatannya, Yosef mengaku sudah tak memiliki penghasilan dari yayasan.

Selain itu, dia hanya mendapatkan uang jatah dari istrinya yang mengelola yayasan.

Kata Ahid Syahroni, awalnya Danu tak menyadari alasan diajak Yosef ke Warung Pecel Lele di tanggal 17 Agutus 2021.

“Jadi memang motifnya kami menduga adalah motif yayasan atau harta,” ungkapnya.

Danu menyebut Yosef memintanya untuk memberikan pelajaran pada anak dan istrinya.

“Karena memang niat awalnya Danu diajak begitu, dikasih intruksi itu kan pada tanggal 17 malam,”

“Danu diminta tersangka Y ini untuk memberikan pelajaran, bukan hal lebih untuk membunuh dan seterusnya,” ujar kuasa hukum Danu, Ahid Syahroni, dikutip Tribunjabar.id, Senin (23/10/2023).

"Danu tidak berpikiran bahwa pelajaran yang dimaksud adalah sejauh itu (membunuh korban)."

Baru setelah dari warung pecel lele itu, mereka meluncur ke tempat kejadian perkara yakni rumah yang ada di Jalan Cagak, Subang.

Ahid menambahkan, sesampainya di TKP, Danu diminta oleh Yosef untuk menunggu di luar rumah korban, Danu juga mengaku mendengar sekaligus menyaksikan korban Amalia dianiaya sebelum akhirnya tewas.

Setelah dibunuh, kata Ahid, Danu melihat kedua mayat korban sempat dibersihkan di kamar mandi sebelum dipindahkan ke mobil Toyota Alphard.

Bahkan, Ahid menyebut, Danu sempat ikut mengangkat jasad Tuti ke dalam mobil.

Sementara jasad Amel diangkat sendiri oleh Yosef.

Kejanggalan Mobil Alphard

Sebelumnya, Danu juga membuat pengakuan sempat melihat Yosef Hidayat menyalakan mobil Alphard. 

Danu melihat Yosef menyalakan mobil Alphard itu setelah proses pembunuhan terhadap Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu selesai dilakukan.

Hanya saja, Danu tidak mengungkapkan apakah setelahnya Yosef yang mengemudikan mobil itu karena ternyata kondisi mobil sudah berbalik arah dari sebelum ada pembunuhan.

Namun, kesaksian Danu ini langsung dibantah Rohman Hidayat, pengacara Yosef.

Rohman memastikan Yosef tidak bisa mengendarai mobil.

Selain Yosef, tiga tersangka lain, yakni istri muda Yosef, Mimin Mintarsih dan dua anak tirinya, Arigi dan Abi, juga tidak mengemudikan mobil.

"Di antara 4 orang ini tidak ada yang bisa mengendarai mobil," kata Rohman.

Sedangkan saat ditemukan, posisi mobil sudah tidak seperti semestinya.

Bagian depan mobil menghadap ke jalan dengan ban depan bagian kanan naik ke lantai teras.

Yosef pun, kata Rohman tidak memiliki kunci mobil Alphard hitam tersebut.

"Ya silahkan pikirkan siapa yang punya akses mobil itu. Yang pegang kunci siapa ?" kata Rohman Hidayat.

Ia berujar jikapun kesaksian Danu benar, lalu siapa sosok yang memarkirkan mobil Alphard hingga posisinya demikian.

Padahal Yosef, Mimin, Arigi dan Abi sama-sama tidak bisa mengendarai mobil

"Dari 4 orang ini posisi mobil terbalik, anggaplah benar keterangan Danu bahwa 4 orang itu di TKP, lantas siapa yang muterin mobil ? ini banyak pertanyaan," kata Rohman Hidayat.

"Makanya Danu harus melengkapi karangan ceritanya, dan melengkapi dengan bukti-buktinya," kata Rohman Hidayat.

Sebelumnya, pengacara Danu, Achmad Taufan mengatakan kliennya mengaku melihat Yosef menyalakan mesin mobil Alphard.

"Pak Yosef saat nyalain Alphard dia (Danu) lihat, karena dia baru angkat bu Tuti kan," kata Achmad Taufan.

Walau begitu Danu mengaku tidak mengetahui sosok pengemudi yang memarkir mobil Alphard hingga posisinya miring.

"Yang markirin gak tau, Danu hanya lihat pak Yosef stater mobil," kata pengacara Danu, Achmad Taufan.

Di bagian lain, seorang saksi bernama Ajat sempat melihat pergerakan mobil Alphard di lokasi pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Saat itu Ajat hendak melintas lokasi kejadian saat mau membeli bubur pada Rabu (19/11/2021) pukul 06.00 WIB. 

Dia melihat mobil Alphard parkir di depan rumah Tuti. 

"Waktu itu saya mau beli bubur ke Jalan Cagak sekira jam 6 pagi waktu saya melintas rumah tersebut memang mobil itu sedang parkir memutarkan mobil," katanya, melansir dari 

Ajat lalu menjelaskan proses parkir dari mobil tersebut.

Berawal dari memundurkan mobil sampai dengan memutar balikkan posisi mobil hingga kembali ke dalam halaman parkir dari rumah tersebut.

"Awalnya kan kepala mobilnya ke atas itu terus saya melihat mundur terus dia ke halaman tanah kosong yang samping buat muterin mobil kayaknya," papar Ajat.

Tanpa menaruh curiga, Ajat langsung melanjutkan perjalanannya.

Namun, sekira pukul 07.30 WIB saat dirinya kembali, rumah tersebut sudah ramai dengan warga sekitar.

Sementara, jasad Amalia dan Tuti ditemukan sang suami, Yosef bersama polisi dan warga sekitar pukul 07.00 WIB. 

Jasad Amalia dan Tuti ditemukan di dalam bagasi mobil Alphard yang sempat dilihat Ajat.

"Waktu itu memang saya tidak ada curiga apa-apa saat melintas, waktu saya pulang kok di rumah itu sudah banyak waga ramai-ramai."

"Ternyata kata warga ada yang tewas di dalam bagasi mobil," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved