Sholat Dhuha 2 Rakaat, Ini Waktu Terbaik Mengerjakannya
Kapan waktu Sholat Dhuha terbaik sesuai sunnah? Berikut ulasan lengkap tata cara dan bacaan Sholat Dhuha.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.ID - Kapan waktu Sholat Dhuha terbaik sesuai sunnah? Berikut ulasan lengkap tata cara dan bacaan Sholat Dhuha.
Ada banyak amalan sunah yang bisa dikerjakan umat Islam di waktu pagi hingga siang hari, salah satunya Sholat Dhuha.
Mengerjakan Sholat Dhuha sangat dianjurkan Rasulullah SAW sebagaimana hadist dari Abud Darda’ radhiallahu’anhu, ia berkata:
“Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku untuk tidak meninggalkan tiga perkara selama aku masih hidup: puasa tiga hari di setiap bulan, salat dhuha dan tidak tidur sampai aku salat witir” (HR. Muslim no. 722).
Baca juga: Bacaan Dzikir Sholat Dhuha, Teks Arab dan Latin serta Terjemahannya
Waktu Sholat Dhuha
Ustadz Abdul Somad mejelaskan dalam ceramahnya, bahwa waktu Sholat Dhuha dimulai saat syuruq (matahari terbit) jam 06.00 (waktu Indonesia).
"Ketika matahari terbit naik itu tidak boleh (sholat dhuha), lewatkan sampai setinggi tombak, kalau sudah lewat setinggi tombak, barulah boleh sholat," kata Ustadz Abdul Somad dikutip dari video
"Waktu setinggi tombak ini disebut waktu tanduk setan, karena waktu matahari naik datang setan, sampai setinggi tombak baru setan pergi.
Saat diukur astronomi saat setinggi tombak 12 menit. Makanya tadi kita sholat lebih 15 menit," jelas Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad kemudian menjelaskan waktu diharamkan sholat ada tiga. Di antaranya waktu terbit matahari, waktu tenggelam matahari dan waktu tergelincir matahari. Karena waktu-waktu itu dipakai untuk menyembah berhala.
Sementara waktu berakhirnya dhuha adalah 10 menit sebelum Adzan Dzuhur atau waktu tergelincir matahari.
Sementara waktu terbaik melaksan Sholat Dhuha disebutkan pada jam 11.00.
Menurut pendapat Imam Syafi’i disebutkan waktu terbaik untuk sholat Sunnah Dhuha bisa melihat tanda alam. Di negeri Timur Tengah, saat padang pasir sudah terasa panas dan anak unta beranjak.
Ustadz Abdul Somad lantans menjelaskan hadist tersebut
"Ketika matahari panas, anak unta tidak bisa menempelkan perutnya ke pasir. Jam 11.30 sholat, oh bagus sekali matahari sedang panas. Berdoa pada saat orang tak berdoa, bagus," tutup Ustadz Abdul Somad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/shalat-dhuha.jpg)