Berita Surabaya

Kebutuhan Beras Capai 15 Ribu Ton/Bulan, Pemkot Surabaya Pastikan Stok Aman Hingga Akhir Tahun

Pemkot Surabaya memastikan stok beras selama Oktober. Sehingga, harga beras pun tetap terkendali.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
bobby constantine koloway/surya.co.id
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau distribusi beras di pasar di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya memastikan stok beras selama Oktober. Sehingga, harga beras pun tetap terkendali.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, kebutuhan beras di Surabaya mencapai 15.775 ton perbulan.

Dari jumlah tersebut, stok di Surabaya mencapai 31.696 ton.

"Artinya, antara kebutuhan dengan ketersediaan menunjukkan sangat aman," kata Kepala DKPP Surabaya Antiek Sugiharti di Surabaya, Rabu (4/10/2023).

Dengan tersedianya stok, harga rata-rata beras medium di Surabaya stabil.

"Untuk harga rata-rata beras Premium Rp13.333, dan Medium bulog Rp 10.900," ungkapnya.

Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya juga melakukan langkah antisipasi terhadap kenaikan harga beras, di antaranya, dengan pendistribusian beras Bulog kepada pedagang di pasar-pasar utama Kota Surabaya.

"Pemkot secara kontinyu melakukan SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) komoditas beras kepada pedagang-pedagang di pasar-pasar Kota Surabaya. Total,  sebanyak 52 ton per minggu digelontorkan. Kita juga gelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kami menyediakan minimal 8 ton untuk tiap pelaksanaan," kata Kepala Dinkopdag Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati dikonfirmasi terpisah.

Warga diminta tidak khawatir mengingat ketersediaan masih sangat cukup.

“PD Pasar Surya dan pengelola pasar juga akan melakukan monitoring ke stan-stan yang mendapatkan dropping beras SPHP," ujar dia.

Pemkot Surabaya juga memberikan informasi perkembangan harga dari pemantauan harga komoditas di banyak pasar melalui layar yang dipasang di pasar-pasar, seperti di Pasar Wonokromo, Tambahrejo, Pucang Anom, Genteng Baru, dan Pabean.

Informasi tentang harga bahan pokok setiap hari di pasar bisa diketahui masyarakat, sehingga harga bisa terkendali.

“Pemasangan running text harga melalui televisi di pasar cukup efektif supaya harga komoditas tidak dipermainkan oleh pedagang,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved