Berita Sidoarjo

Sidoarjo Miliki PLTS Korporasi Terbesar di Indonesia, Gubernur Jatim Apresiasi Inisiatif Tjiwi Kimia

PLTS Atap di perusahaan dalam naungan Sinar Mas Grup tersebut menjadi yang terbesar di Indonesia untuk kelas korporasi.

Penulis: M Taufik | Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian fasilitas pembangkit listrik tenaga surya atap di pabrik kertas Tjiwi Kimia 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Pabrik kertas Tjiwi Kimia resmi meluncurkan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 9,8 MWp (Mega Watt Peak), yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (2/10/2023).

Dengan kapasitas 9,8 MWp itu, maka PLTS Atap di perusahaan dalam naungan Sinar Mas Grup tersebut menjadi yang terbesar di Indonesia untuk kelas korporasi. "Ini luar biasa, kategorinya terbesar di Indonesia untuk korporasi. Kami berharap, upaya-upaya menuju Green Industry bisa terus dilakukan semua perusahaan," kata Khofifah.

Apa yang sudah ada di Tjiwi Kimia itu diharapkan bisa menjadi contoh perusahaan lain. Di lingkungan Sinar Mas Grup maupun perusahaan lain yang berada di Jawa Timur.

Selain menekan tombol peresmian dalam seremoni yang digelar di dalam pabrik Tjiwi Kimia, Khofifah juga melihat langsung PLTS Atap dan kinerja sistem pembangkit listrik tersebut bersama perwakilan Sinar Mas dan beberapa pimpinan Tjiwi Kimia.

"Kami mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-51 untuk Tjiwi Kimia. Semoga terus maju, termasuk juga Sinar Mas. Kami harap bisa semakin banyak berinvestasi di Jawa Timur," ujar Khofifah.

Sementara Presiden Direktur Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Suhendra Wiriadinata mengungkapkan bahwa PLTS Atap ini hasil kerjasama dengan Sun Energy. Menurut Suhendra, seluruh investasi awal dan pemeliharaan dilakukan oleh Sun Energy.

Selanjutnya Pabrik Kertas Tjiwi Kimia wajib membayar sesuai KWH yang dipakai. "Ini tahap pertama. Kita lihat perkembangannya, kalau bagus tentu bakal kita kembangkan di pabrik lainnya," ungkap Suhendra.

Yang terpenting, lanjutnya, dalam program ini sedikitnya ada tiga keuntungan yang didapat. Perusahaan bisa mengurangi penggunaan batubara. Bersamaan juga mengurangi emisi karbon, dan mendukung program pemerintah untuk zero emision. ****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved