Profil dan Biodata Sofia WD, Artis dan Sutradara Wanita yang Ternyata Juga Seorang Agen Intelijen
Inilah profil dan biodata Sofia WD, artis dan sutradara yang ternyata juga seorang intelijen. Sepak terjangnya mengagumkan.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ia juga mendapat pengakuan dari dunia internasional, terutama dari Amerika Serikat, yang menganggapnya sebagai salah satu agen intelijen terbaik di Asia Tenggara.
Bahkan sempat diundang ke Gedung Putih oleh Presiden Lyndon B. Johnson pada tahun 1966.
Lantas, seperti apa profil dan biodatanya?
Melansir dari Wikipedia, Sofia adalah seorang aktris dan sutradara berkebangsaan Indonesia.
Sofia, atau Sofi, lahir dari keluarga pedagang. Lahir di Bandung dari keluarga Apandi dan Sumirah, Sofia anak kedua dari empat bersaudara.
Setelah tamat HIS (1935) dan Darul Muta'allimin, ia bekerja pada sebuah perusahaan milik Jepang, seraya bergabung dengan grup sandiwara Irama Massa.
Mulanya, Sofia hanya sebagai pembawa pesan perusahaan kepada penonton.
Karena nasib baik, ia berhasil menjadi pemeran utama. Ternyata, pengalaman akting inilah yang kelak membawanya ke puncak karier.
Dalam usia 14 tahun ia menikah pertama kali dengan Eddy Endang, seorang kapten dari kesatuan Siliwangi. Sembilan tahun kemudian yakni tahun 1947, Kapten Eddy gugur dalam menjalankan tugas. Sofia kaya dengan berbagai pengalaman keras selama perjuangan kemerdekaan.
Sofi turut mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan. Ia tergabung dalam kesatuan tentara FP (Field Preparation) berpangkat sersan mayor dan ikut bergerilya di daerah Limbangan di kaki Gunung Haruman, Jawa Barat.
Ketika itu perusahaan film Wong Brother berusaha mencari pengganti Miss Rukiah, pujaan pecandu film Indonesia sebelum perang.
Mereka menemukan istri S. Waldy, seorang pemain film yang kerap tampil sebagai pelawak. Wanita itu langsing, berwajah manis, tamatan HIS dan sekolah agama Darul Muta’allimin.
Tapi yang lebih penting, ia punya pengalaman panggung. Maka jadilah ia melakukan debut dalam film “Airmata Mengalir di Tjitaroem” pada tahun 1948..
Sejak saat itu, nama Sofia tak bisa lagi dilupakan penggemar film Indonesia, setidak-tidaknya untuk lebih 30 tahun berikutnya.
Lahir di Bandung dari keluarga Apandi dan Sumirah, Sofia anak kedua dari empat bersaudara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Profil-dan-Biodata-Sofia-WD-Artis-dan-Sutradara-Wanita-yang-Ternyata-Juga-Seorang-Agen-Intelijen.jpg)