Berita Viral
SOSOK Murid Ida Dayak Palsu Ditangkap Polisi, yang Asli Makin Glowing, Begini Kabarnya Sekarang
Berbekal nama besar Ida Dayak ini lah, dia mematok tarif jutaan rupiah untuk praktik pengobatan yang dilakukan.
SURYA.co.id - Lama tak terdengar kabarnya, nama Ida Dayak justru dipakai orang tak bertanggungjawab untuk menipu.
Penipu berinisial ES (48), warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ini mengklaim dirinya sebagai murid Ida Dayak untuk meyakinkan bahwa dia bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Berbekal nama besar Ida Dayak ini lah, dia mematok tarif jutaan rupiah untuk praktik pengobatan yang dilakukan.
Terhitung belasan juta rupiah diraup ES dari praktik penipuan tersebut.
Kapolsek Lunyuk Iptu Edi Sumarsono mengungkapkan, pelaku ES ditangkap pada Sabtu (16/09/23) pukul 12.00 Wita.
Baca juga: AKHIRNYA Ida Dayak Muncul Klarifikasi Kabar Hoaks Tentangnya, Tampil Beda dan Bikin Pangling
"Benar, pelaku ditangkap karena tipu warga dengan modus dukun palsu," kata Sumarsono saat dikonfirmasi, Senin (18/9/2023).
Ia menerangkan mulanya sekitar bulan Juli tahun 2023, pelaku datang ke wilayah Kecamatan Lunyuk dan menawarkan jasa pengobatan kepada sejumlah warga.
Pelaku mengaku mampu menyembuhkan berbagai penyakit dengan metode pengobatan alternatif ala suku dayak.
Selain itu, pelaku juga berbohong bahwa dirinya merupakan murid dari Ida Dayak.
Dalam pengobatan tersebut pelaku meminta uang mahar dalam proses penyembuhan senilai Rp 3.400.000.
"Setelah memberikan mahar, pelaku kemudian memberikan para korbannya obat yang diakuinya dapat menyembuhkan penyakit yang diderita para korbannya" ungkap Sumarsono.
Namun saat itu, ada salah satu anak korban yang tak bisa disembuhkan oleh ES.
Padahal ES berjanji akan menyembuhkan korban dalam waktu 45 hari.
ES lalu dilaporkan ke Mapolsek Lunyuk. Saat ini pelaku telah ditangkap.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa berbagai alat pengobatan dukun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Penampilan-Ida-Dayak-kini-makin-glowing-saat-menggelar-pengobatan-di-Medan.jpg)