Contoh Khutbah Jumat Tema Hikmah Maulid Nabi 12 Rabiul Awal

Berikut contoh Khutbah Jumat yang mengulas tentang Hikmah Maulid Nabi lengkap dengan dalilnya.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Canva
Ilustrasi Khutbah Jumat 

SURYA.CO.ID - Bulan Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam Kalender Islam (Hijriyah). Bulan ini disebut juga dengan Bulan Maulid Nabi atau Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Maulid Nabi 2023 jatuh pada Kamis, 28 September 2023.

Pada Bulan Maulid Nabi, umat muslim di Indonesia menggelar berbagai acara untuk mengingat dan meneladani Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? Berikut contoh Khutbah Jumat yang mengulas tentang Hikmah Maulid Nabi lengkap dengan dalilnya.

Contoh Khutbah Jumat Maulid Nabi ini, mengutip laman Pondok Pesantren Tambakberas.com oleh KH. Kholid Mas'ud.

Baca juga: Bacaan Maulid Diba untuk Maulid Nabi Lengkap Tulisan Arab dan Latin

Khutbah Jumat Tema Hikmah Maulid Nabi

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Ketiga, mengharap syafaat nabi. Memperbanyak membaca shalawat kepada nabi merupakan salah satu sarana agar kita mendapatkan syafa’at dari Rasulullah SAW. Imam al-Timidzi meriwayatkan dari Ibnu Ma’sud bahwasanya nabi bersabda: “Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah yang paling banyak  membaca shalawat kepadaku”. Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صَلُّوْ عَلَيَّ فَإِنَّ الصَّلاَةَ عَلَّي زَكَاةٌ لَكُمْ وَاسْأَلُوْا اللهَ لِي الوَسِيْلَةَ، قَالُوْا وَمَا الوَسِيْلَةَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: أَعْلَى دَرَجَةٍ فِي الجَنَّةِ لاَ يَنَالُهَا إِلَّا رَجُلٌ وَاحِدٌ وَأَنَا اَرْجُوْ أَنْ يَكُوْنَ أَنَا هُوَ. (رواه أحمد في مسنده)

Bacalah shalawat kepadaku karena sesungguhnya shalawat kepadaku itu membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untukku wasilah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah wasilah itu? beliau menjawab: yaitu derajat yang paling tinggi di surga yang hanya satu orang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya”.(HR. Ahmad)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Memperingati maulid Nabi memang tidak diperintahkan secara khusus, baik oleh Al-Qur’an maupun Hadits. Peringatan ini baru diadakan untuk pertama kali pada ratusan tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, yakni pada abad ke-7 hijriah di wilayah Irak atas perintah Raja Irbil bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri. Meskipun demikian sebagian besar ulama’ berpendapat bahwa memperingati maulid nabi adalah perbuatan yang diperbolehkan dan tidak diharamkan, hal ini disebabkan karena banyaknya manfaat yang terkadung dalam peringatan maulid tersebut. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki (Mafahim Yajibu an Tushahhihah : 316) menyatakan: “Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk tradisi yang baik di masyarakat, bukan termasuk bagian dari masalah ibadah yang dipersoalkan keabsahannya. Sekali lagi, acara peringatan Maulid Nabi adalah tradisi dan adat kebiasaan yang baik. Dikategorikan tradisi yang baik, karena substansi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki banyak manfaat dan kebaikan bagi masyarakat, seperti meneladani prilaku Nabi, pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, dzikir, tahlil, kalimat thayyibah dan pembacaan sejarah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut juga berlaku untuk tradisi keagamaan selainnya, seperti peringatan Isra’ Mi’raj, peringatan Nuzulul Qur’an, Peringatan Tahun Baru Muharram, dan lain-lainnya.  Syekh Abdul Karim Zidan (al-Wajiz fi Ushulil Fiqhi: 253) menjelaskan bahwa tradisi yang syar’i adalah tradisi yang tidak berlawanan dengan nash agama, tradisi yang membawa maslahat syar’i, dan tradisi yang tidak menimbulkan mudarat bagi masyarakat. Dari sini dapat disimpulkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah tradisi yang baik, karena substansinya dilegitimasi oleh syariat agama.  

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Demikian beberapa hal yang mengharuskan kita memperingati maulid nabi dan memperbanyak shalawat kepada beliau. Semoga kita semua benar-benar dapat menjalankan ajaran beliau sehingga kita benar-benar diakui sebagai umatnya dan mendapatkan syafaatnya baik di dunia maupun di akhirat. Amin

اِنَّ اَحسنَ الكلامِ كلامُ اللهِ الـمَلِكِ العَلاَّمِ، وَاللهُ سُبْحَانَهُ يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِي الـمُهْتَدُوْنَ، وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا .

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved