Persebaya Surabaya
Persebaya Bisa Rekrut Pelatih Lisensi Pro AFC Ini untuk Lanjutkan Uston Nawawi di Liga 1
Persebaya Surabaya belum memutuskan siapa pelatih kepala setelah keinginan mempermanenkan Uston Nawawi ditolak PSSI
SURYA.co.id | SURABAYA - Persebaya Surabaya belum memutuskan siapa pelatih kepala setelah keinginan mempermanenkan Uston Nawawi ditolak PSSI. Bajul Ijo sejatinya bisa merekrut pelatih Indonesia yang sudah berlisensi Pro AFC.
Data yang dihimpun Surya.co.id dai berbagi sumber, Indonesia belum banyak memiliki pelatih yang sudah mengantongi lisensi Pro AFC sebagai syarat bisa menangani klub Liga 1.
Indonesia baru memiliki 20 pelatih yang sudah memegang sertifikat Pro AFC. Dari 20 pelatih Indonesia itu, mayoritas sudah memegang atau bergabung di berbagai klub atau akademi sepak bola Indonesia.
Dari 20 pelatih Inonesia berlisensi Pro AFC, empat pelatih yang ditelusuri Surya.co.id belum gabung klub atau berstatus bebas.
Keempat pelatih Indoensia dengan lisensi Pro AFC itu, yakni Liestiadi, Hanafing, Iwan Setiawan, dan Seto Nurdianto.
1. Liestiadi
Liestiadi terakhir menjadi pelatih di klub profesional dengan menangani Sriwijaya FC 2022-2003. Kariernya bersama Sriwijaya FC tidak berlanjut di kompetisi Liga 2 musim 2023-2024 karena diganti pelatih lainnya.
Sebelum jadi pelatih Sriwijaya FC, jejak kepleatih Liestiadi di sepak bola Indoensia ini cukup malang melintang. banyak klub-klub Liga 1 yang pernah ditangani pelatih kelahiran Medan, Sumatera Utara ini.
Leistiadi tercatat pernah jadi pelatih di Persikabo 1993 (2021-2022), PSIM Yogyakarta (2019), Persipura Jayapura (1917), PSM makassar (2015-2016), Gresik United (2015-2016), Persiba Balikpapan (2014), PSMS Medan (2009).
2. Hanafing
Hanafing merupakan pelatih yang dilahirkan di Sulawesi Selatan (Sulsel), tapi saat jadi pemain mengawali karier dengan bergabung dengan Niac Mitra di kompetisi Galatama. Beberapa klub Indonesia pernah dibelanya dan akhirnya ia menjadi pemain Timnas Indonesia.
Setelah gantung ssepatu sebagai pemain, Hanafing meneruskan langkahnya sebagai pelatih sepak bola. Beberapa klub pernah ditukangi, seperti PSM Makassar, PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta, Persiku Kudus dan juga pernah dipercaya sebagai pelatih tim sepak bola PON Jatim.
Selain itu, Hanafing pernah menduduki kursi Direktur Akademi Persebaya mulai 2018-2020.
Kini aktivitas Hanafing lebih banyak sebagai instruktif para pelatih sepak bola yang diadakan di bawah naungan PSSI. Ia juga merupakan intruktur pelatih nasional.
Sosok Iwan Setiawan tidak asing di sepak bola Indonesia. Ia merupakan pelatih kelahiran Medan, Sumatera Utara yang memegang lisensi Pro AFC.
Dilansir dari Wikipedia.org, Iwan Setiawan punya jejek panjang sebagai pelatih di beberapa klub di Indoensia. Ia pernah menjah menjadipelatih di klub-klub besar Indonesia, seperti PSMS Medan (2008), Persibom Bolaang Mongondow (2009), Persija Jakarta (2011-2012), Borneo FC (2014-2015), Perebaya Surabaya (2017-2028), dan Persela Lamongan (2021-2022).
4. Seto Nurdianto
Seto Nurdiaanto terakhir kali menjadi pelatih PSS Sleman untuk Liga 1 musim 2022-2023. Ia menjadi pelatih PSS Sleman tidak sampai selesai karena gagal memberi prestasi.
Selepas dari PSS Sleman, sejatinya ada beberapa klub yang tertarik meminang jasa mantan pemain Timnas Indonesia ini.
Salah satu klub yang tertarik dan sudah membangun komunikasi dengan Seto Nurdianto, yakni Persikabo 1973. Sayang komunikasi dari kedua belah pihak akhirnya tidak berlanjut hingga Seto kembali ke lapangan hijau.
Seto Nurdianto yang saat jadi pemain tergabung di beberapa klub Indonesia, memutuskan tidak gabung ke Persikabo 1973.
Dari empat pelatih berlisensi Pro AFC, baru Iwan Setiawan dan Hanafing yang pernah bekerja di Persebaya.
Iwan Setiawan menjadi pelatih Persebaya pada 2017-2018, sedangkan Hanafing dipercaya sebagai Direktur Akademi Persebaya pada periode 2018-2020.
Akankan Persebaya akan merekrut pelatih lokal berlisensi Pro AFC untuk melanjutkan tugas Uston Nawawi sebagai nahkoda Bajul Ijo, kita tunggu bersama update selanjutnya.
Bisa Kena Denda
Persebaya bisa didenda Rp 1 Miliar lebih jika ngotot pertahankan Uston Nawawi sebaai pelatih.
Seperti diketahui, Persebaya Surabaya tengah dalam ancaman denda akibat belum menunjuk pelatih baru.
Masa jabatan Uston Nawawi sebagai caretaker selama 30 hari harusnya sudah berakhir pada Rabu (6/9) lalu.

Tetapi Persebaya bakal kena denda senilai Rp 100 Juta jika pelatih baru dengan lisensi A AFC Pro atau setara masih belum menjabat di laga selanjutnya melawan Madura United pada Minggu (17/9) mendatang.
"Kami baru kena denda kalau di laga selanjutnya (melawan Madura United) tetap memakai pelatih karteker" ungkap Manajer Persebaya Yahya Alkatiri.
Upaya Persebaya untuk meminta dispensasi kepada PSSI juga sudah resmi ditolak.
Artinya Persebaya hanya punya dua pilihan yaitu menunjuk pelatih baru sesuai regulasi atau tetap bersikukuh mempertahankan Uston Nawawi dengan menanggung denda.
Jika memilih opsi kedua, Persebaya harus siap terkena denda hampir Rp 1 Miliar.
Baca juga: Bek Persebaya Surabaya George Brown Mengaku Kaget Dapat Panggilan Timnas Indonesia, Kesempatan Kedua
Ini karena denda dari PSSI berlipat ganda tiap bulannya apabila tak segera menunjuk pelatih dengan lisensi yang telah disyaratkan.
Hal itu merujuk pada regulasi Pasal 34 Ayat 12.
Pelanggaran terhadap ayat (11) pasal ini akan dikenakan denda sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). Jika melebihi 30 hari kedua, klub tidak mendaftarkan Pelatih Kepala maka berlaku tambahan denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan terus berlaku kelipatan.
Uston Nawawi sendiri kabarnya baru akan merampungkan kursus lisensinya pada akhir tahun ini.
Hal itu merujuk pada perkataan pelatih berusia 45 tahun itu bahwa jadwal sisa modul 6 dan 7 untuk lisensi A AFC Pro yang tengah ia ikuti telah keluar.
“Alhamdulillah jadwal untuk modul 6 dan 7 sudah keluar.” Ucap Uston Nawawi seperti dilansir SURYA.co.id dari Youtube Joko Malis.
Uston kemudian menerankan terkait sisa modul yang harus ia selesaikan agar bisa segera mendapatkan lisensinya.
Modul 6 itu instruktur visit ke klub. Instruktur mendatangi pelatih yang melatih klubnya itu. Dan harus klub professional. Itu kira kira akhir oktober-awal November.
Modul 7 kita masuk kelas lagi dan ada praktek. Itu awal Desember.” Pungkas Uston
Jika Uston Nawawi baru mendapatkan lisensinya pada bulan Desember, maka Persebaya harus siap menanggung denda cukup besar.
Perhitungan dari SURYA.co.id jika Persebaya tetap bersikukuh mempertahankan Uston Nawawi sebagai pelatih, maka akan ada denda yang terus berlipat dari bulan September, Oktober, November hingga Desember.
Merujuk pada regulasi yang telah disebutkan, maka denda itu bisa mencapai Rp 1,5 Miliar.
Akankah Persebaya terus berusaha mempertahankan Uston Nawawi sambil menunggu lisensi A AFC Pro didapatkan, atau Bajul Ijo akan menunjuk pelatih baru dalam waktu dekat?
Adapun manajemen Persebaya punya sisa waktu selama 9 hari untuk menunjuk pelatih baru jika ingin menghindari denda di bulan pertama sebesar Rp 100 Juta.
Pelatih Persebaya Eduardo Perez Siapkan Skuad Berbeda untuk Hadapi PSM Makassar |
![]() |
---|
Daftar 7 Pemain Utama PSM Makassar Yang Absen Lawan Persebaya |
![]() |
---|
Dime Dimov Disorot, Pelatih Persebaya Surabaya : Padahal Dia Bermain Fantastis! |
![]() |
---|
Kabar Terbaru Rachmat Irianto Siap Masuk Line Up Persebaya vs PSM Makassar, Koko Ari Belum Pulih |
![]() |
---|
Siasat Pelatih Persebaya Eduardo Perez Hadapi PSM Makassar di Pekan Keempat Super League 2025/2026 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.