Persebaya Surabaya
Kisah Arief Catur Pamungkas Bek Persebaya, Bakatnya Diakui Aji Santoso, Hasilnya Dituai Uston Nawawi
Kisah Arief Catur Pamungkas bek Persebaya Surabaya, bakatnya diakui Aji Santoso, kini hasilnya dituai Uston Nawawi.
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id, - Kisah Arief Catur Pamungkas bek Persebaya Surabaya, bakatnya diakui Aji Santoso, kini hasilnya dituai Uston Nawawi.
Sosok Arief Catur Pamungkas menjadi pemain yang disorot baru-baru ini.
Pasalnya ia menjadi man of the match di laga Persebaya vs Borneo FC dalam lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Minggu (4/9) lalu.
Pemain asal Mojokerto itu mencatatkan dua assist ciamik yang mampu dimanfaatkan oleh Bruno Moreira dan Ze Valente yang akhirnya membawa Bajul Ijo menang dengan skor 2-1.
Di balik kisah manis itu, Arief Catur sempat melewati masa-masa sulit saat awal bersama Persebaya.
Sebelum dipulangkan pada awal musim 2022/2023 lalu, Arief Catur sebenarnya sudah menorehkan prestasi menjanjikan.
Ia sempat membawa Persebaya EPA U-20 juara EPA (Elite Pro Academy) pada tahun 2019.

Bersama Rizky Ridho, Ernando Ari, Koko Ari, Brylian Aldama, M. Kemaludin, Moch Supriadi dan pelatih Uston Nawawi, Arief Catur bahu membahu mengantarkan Persebaya menjadi juara.
Sementara rekan-rekannya langsung mendapatkan promosi ke tim utama, Catur harus melalui jalur lain.
Baca juga: Persebaya Surabaya Bisa Didenda Rp 1,5 Miliar Jika Ngotot Pertahankan Uston Nawawi Sebagai Pelatih
Baca juga: Bek Persebaya George Brown Ungkap Ambisi Bersama Timnas U-24 Indonesia Asian Games 2022
ia justru masuk ke skuad PON Jatim terlebih dahulu.
Meski begitu, perjuangannya sukses membawa medali perunggu atau peringkat ketiga di PON Papua 2020 lalu.
Pemain yang kini berusia 24 tahun itu sempat mencari menit bermain di Persikab Bandung.
Setelah dari Persikab Bandung, ia baru dipulangkan untuk diorbitkan ke skuad senior Persebaya Surabaya 2022/2023 lalu.
Arief Catur sempat mendapatkan tekanan bertubi-tubi pada musim perdananya.
Hal itu diakibatkan sejumlah pelanggaran dan permainan yang ia tunjukkan di atas lapangan dan dinilai masih belum memenuhi standar Persebaya.
Namun Aji Santoso yang saat itu menjadi pelatih Persebaya selalu pasang badan untuk membela pemain dengan tinggi 169 cm itu.
"(Arief) Catur ini menurut saya akan menjadi pemain yang istimewa" Ucap Aji Santoso
Bahkan pelatih asal Kabupaten Malang itu menganggap Catur bisa jadi pemain selanjutnya yang dilirik oleh Timnas Indonesia.
"Asal dia kerja keras, fokus pada tujuannya tidak menutup kemungkinan dia akan menjadi pemain nasional" Pungkasnya.
Arief Catur sendiri dikenal sebagai pemain versatile (serba bisa).
Selain bisa menempati posisi bek kanan, ia juga bisa mengisi kekosongan di bek kiri.
Itulah yang membuat pemuda kelahiran 25 Juli 1999 itu berhasil mendapatkan menit bermain yang cukup untuk mengembangkan permainannya.
Pada musim pertamanya kembali bersama Persebaya, ia langsung bermain dalam 21 pertandingan.
Artinya Catur bermain lebih dari setengah jumlah pertandingan Persebaya dalam satu musim.
Meski bakatnya diakui oleh Aji Santoso, bukan berarti sang pemain tak punya kelemahan.
Aji sempat mengungkapkan bahwa Catur memiliki kekurangan dalam penggunaan kaki kirinya.
"Ada satu yang perlu diperbaiki oleh Catur yaitu bermain dengan kaki kiri"

Aji Santoso tentu tahu betul pentingnya menggunakan kaki kiri bagi seorang bek kiri.
Pasalnya ia merupakan bek kiri legendaris Persebaya dan Timnas Indonesia pada masanya.
"Tadi saya drill (dilatih) dia harus memanfaatkan kaki kirinya sama dengan kaki kanannya"
"Saya dulu bek kiri tidak apa apa dribblingnya pakai kaki kanan tapi crossingnya harus pakai kaki kiri. Saya bukan kidal, tetapi akhirnya seimbang" Ungkap Aji kala itu.
Di musim 2023/2024 ini, Arief Catur Pamungkas menjadi pilihan utama untuk mengisi pos bek kanan sepeninggal Koko Ari yang hengkang ke Madura United.
Menjadi pilihan utama, Catur harus belajar mengendalikan emosi dan memperbaiki timing dalam mengambil keputusan.
Karena, pada musim lalu dia mengoleksi tujuh kartu kuning, juga beberapa kali terlambat melakukan tekel yang membuat tim lawan mendapatkan tendangan penalti.
Salah satu tekel tidak pas Catur yang berbuah penalti untuk lawan ketika Persebaya menghadapi Arema FC.
Penalti untuk Arema FC diberikan wasit Thoriq Alkatiri pada menit akhir tambahan waktu. Beruntung, Ernando Ari berhasil mengeblok tembakan eksekutor Arema FC. Persebaya pun menang 1-0.
”Hal itu menjadi bahan evaluasi tersendiri bagi saya. Semoga ke depan bisa menahan diri dan mengontrol emosi,” Ungkap Catur.
Pada awal musim Liga 1 2023/2024 ini, Catur juga sempat mendapatkan kartu merah kala Persebaya ditundukkan Persija Jakarta 1-0 di Gelora Bung Karno.
Hasil Manis Dituai Uston Nawawi
Dari perjalanan panjang Arief Catur sejak diorbitkan Persebaya di Liga 1, pemain yang mengenakan nomor punggung 2 itu menunjukkan kematangannya dalam bermain.
Hal itu ia tunjukkan saat berhasil mencetak 2 assist dan menjadi man of the match di laga pekan ke-11 Liga 1 antara Persebaya vs Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (3/9) lalu.
"Alhamdulillah, temen-temen bermain bagus juga, kompak. Semoga hasil yang baik ini menuju hasil baik berikutnya," kata Arief Catur.
Kemenangan atas Borneo FC, memperpanjang catatan positif Persebaya lima laga tanpa terkalahkan di bawah racikan Uston Nawawi. Empat laga menang, satu laga imbang.
Tambahan tiga poin membawa Persebaya ke peringkat enam klasemen sementara dengan raihan 18 poin. Jumlah poin sama dengan PSIS Semarang di posisi lima.
Meski mencatatkan dua asisst di laga ini, Arief Catur mengaku belum puas. Ia Bertekad akan terus memperbaiki performa di laga-laga selanjutnya.
"Tentunya belum puas. Semoga terus konsisten ke depannya, memberikan yang terbaik untuk Persebaya," pungkasnya.
Melihat Arief Catur bermain apik, Uston Nawawi yang menuai hasil dari tempaan Aji Santoso itu melayangkan pujian bagi sang pemain.
Ia menganggap pemain bernomor punggung 2 itu pantas untuk menyandang pemain terbaik di laga tersebut.
"Tentunya kami bersyukur, karena Catur mendapatkannya dan dia layak mendapatkan itu, karena di pertandingan dia salah satu pemain yang tampil bagus," kata Uston Nawawi.
Jalan Arief Catur Pamungkas tentu masih panjang melihat umurnya yang masih menginjak 24 tahun.
Namun dengan potensinya yang sudah diakui oleh Aji Santoso sejak hari pertama bergabung, bukan tidak mungkin sosok Arief Catur bisa menjadi legenda Persebaya atau bahkan Timnas Indonesia.
Menarik untuk menyaksikan kelanjutan karir dari seorang Arief Catur Pamungkas.
Persebaya
Persebaya Surabaya
Arief Catur Pamungkas
Arief Catur
Aji Santoso
Uston Nawawi
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Pelatih Persebaya Eduardo Perez Siapkan Skuad Berbeda untuk Hadapi PSM Makassar |
![]() |
---|
Daftar 7 Pemain Utama PSM Makassar Yang Absen Lawan Persebaya |
![]() |
---|
Dime Dimov Disorot, Pelatih Persebaya Surabaya : Padahal Dia Bermain Fantastis! |
![]() |
---|
Kabar Terbaru Rachmat Irianto Siap Masuk Line Up Persebaya vs PSM Makassar, Koko Ari Belum Pulih |
![]() |
---|
Siasat Pelatih Persebaya Eduardo Perez Hadapi PSM Makassar di Pekan Keempat Super League 2025/2026 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.