Minggu, 12 April 2026

Kota Malang KLB Difteri

Kota Malang Target Kondisi KLB Difteri Berakhir 23 September 2023

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan, langkah yang diambil pihaknya yakni memberlakukan Outbreak Respon Imunisasi (ORI)

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/benni indo
Seorang pelajar di SDN Model Kota Malang mendapatkan dosis imunisasi untuk mencegah terjangkit difteri. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Kota Malang menargetkan kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri berakhir pada 23 September 2023.

Sejak akhir Juli 2023, Kota Malang mengalami KLB difteri. Seorang anak berusia 8 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat difteri.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tengah memfokuskan mempercepat proses imunisasi di Kecamatan Kedungkandang sebagai daerah tempat korban terinfeksi difteri.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan, langkah yang diambil pihaknya yakni memberlakukan Outbreak Respon Imunisasi (ORI) difteri pada populasi atau daerah terjangkit.

Pelaksanaan ORI difteri dimulai pada Agustus lalu dan diharapkan berakhir pada 23 September 2023.

Baca juga: BREAKING NEWS Kota Malang KLB Difteri, Satu Anak Meninggal Dunia

Dengan berakhirnya masa ORI difteri, maka berakhir pula pemberlakuan KLB difteri di Kota Malang.

“Pemberian vaksin difteri kepada sasaran usia 1 hingga 5 tahun di wilayah Kecamatan Kedungkandang dengan jumlah sasaran sekitar 43 ribu orang. InshaAllah pada 23 September 2023 dicabut," katanya, Selasa (5/9/2023).

Laporan meninggalnya seorang anak berusia 8 tahun tersebut juga disertai laporan penularan difteri kepada adiknya yang berusia 5 tahun.

Meski sempat terinfeksi, anak berusia 5 tahun tersebut telah sembuh saat ini.

Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menjelaskan, si anak yang berusia 5 tahun telah sembuh pada 11 Agustus 2023.

Baca juga: Kota Malang KLB Difteri, Dinkes : Kesadaran Orangtua untuk Imunisasi Belum Merata

Kabid P2P, Meifta Eti Winindar, menyatakan tahun sebelumnya tidak ada temuan difteri sehingga temuan ini direkomendasikan oleh Dinkes Provinsi Jatim agar masuk kategori KLB.

"Dulu sudah pernah dinyatakan tereliminasi, sekarang terjadi kasus lagi," ungkapnya.

Dijelaskan Meifta, prediksi terjadinya KLB ini sudah diketahui sejak lama. Prediksi potensi terjadinya KLB itu diketahui dari tingkat imunisasi yang tidak sesuai target.

Pada 2022, target imunisasi 94,1 persen, hanya terealisasi 84,9 persen.

Pada 2023 ini, capaian hingga Juli 2023 telah menyentuh angka 52,75 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved