Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar dan Dalil Keutamaannya
berikut bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh Safar 1445 H jatuh pada Rabu (30/8), Kamis (31/8), Jumat (1/9)
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Puasa Ayyamul Bidh Safar 1445 H jatuh pada Rabu (30/8), Kamis (31/8), Jumat (1/9), berikut bacaan niat sebelum mengerjakannya.
Mengutip buku Buka Puasa Bersama Rasulullah SAW oleh Muhammad Ridho al-Thurisinai, menurut bahasa, Puasa Ayyamul Bidh artinya puasa hari-hari putih.
Disebut demikian, karena Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriyah, dimana sedang terjadi bulan purnama.
Dari Abdullah bin 'Amr, Rasulullah saw bersabda, "Puasalah tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebaikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang masa." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai).
Berikut bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar, lengkap dengan tulisan latin dan terjemahan.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Menurut pendapat sejumlah ulama, batas waktu membaca niat Puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa sunnah lainnya.
Melansir Rumasyo.com, menurut pendapat Imam Syafi'i dan Imam Ahmad, boleh sebelum atau sesudah waktu zawal (tergelincirnya matahari ke barat) karena tidak disebutkan batasan dalam hal ini.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidl lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.”
Apa saja keutamaan Puasa Ayyamul Bidh yang dikerjakan tiga hari secara berurutan? Berikut sejumlah dalil keutamaan mengerjakannya.
Dalil Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Sejumlah keutamaan Puasa Ayyamul Bidh ini dikutip dari terjemahan Syarah Riyadhus Shalihin jilid 3 oleh Imam an-Nawawi.
1.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Niat-Puasa-Ayyamul-Bidh-di-Bulan-Syawal.jpg)