Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

Tim Dosen UWKS Dampingi Warga Cepokolimo Kab Mojokerto Kelola Ubi Jalar

tim dosen dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) lakukan pendampingan di Mojokerto agar komoditas ubi jalar lebih bernilai ekonomis.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
ist
Dosen UWKS saat mendampingi warga Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mengolah hasil panen umbi-umbian. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Warga sekitar Pondok Pesantren Cepokolimo di Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kerap mengeluh.

Hasil bumi berupa komoditas ubi jalar tidak mampu mengangkat derajat perekonomian warga secara signifikan.

Saat panen raya ubi jalar, banyak petani yang sengaja tidak memanen dan membiarkan ubi jalar membusuk di lahan atau di sawah karena harga jual di pasaran sangat anjlok. 

"Bayangkan, saat panen raya, harga ubi jalar dihargai Rp 200 perkilogram. Ubi jalar tidak ada harganya saat panen raya," kata Pengasuh Pondok Pesantren Lansia Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Senin (28/8/2023).

Ubi jalar adalah salah satu komoditas yang dikembangkan oleh warga Desa Cepokolimo setiap tahunnya.

Selain ubi jalar, warga juga biasa menanam padi dan komoditas lainnya. 

"Setiap tahun ada 3 kali musim tanam, salah satunya warga menanam ubi jalar," ujarnya.

Namun kondisi tersebut diharapkan tidak lagi terjadi pada tahun-tahun berikutnya.

Karena tim dosen dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mulai melakukan pendampingan agar komoditas ubi jalar yang dihasilkan dapat lebih bernilai ekonomis.

"Kami sangat berterima kasih kepada tim dari UWKS karena sudah memberikan pendampingan agar produk ubi jalar bisa membawa nilai ekonomis tinggi," ujarnya.

Dia berharap pendampingan terus dilakukan sampai petani yang sebagian juga pelaku UMKM memiliki syarat-syarat administrasi untuk mendukung pemasaran produk seperti sertifikasi halal hingga izin usaha lainnya.

Pendampingan masyarakat non produktif adalah bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat, kolaborasi antara dua program studi di UWKS yaitu Program Studi Teknologi Industri Pertanian dan Program Studi Manajemen.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan dari Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek tahun 2023.

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan kelompok masyarakat non produktif akan mampu melakukan kegiatan yang bernilai ekonomi untuk meningkatkan penghasilan," kata Ketua Tim Pelaksana Program Pengabdian Kepada Masyarakat UWKS, Diana Puspitasari dikonfirmasi terpisah.

Pada kegiatan yang digelar pada 22 Agustus 2023 lalu tersebut, kelompok masyarakat mitra diberikan penyuluhan dan praktik pembuatan produk olahan ubi jalar berupa brownies ubi jalar dan ubi jalar crispy. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved