Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Target Perbaiki 2.700 Rutilahu Selama 2023, Anggarkan Dana Rp 94 Miliar Lebih

Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui Dandan Omah oleh Pemkot Surabaya terus dikebut.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menyerahkan rumah hasil perbaikan rumah melalui program Dandan Omah di Surabaya, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui Dandan Omah oleh Pemkot Surabaya terus dikebut. Saat ini, realisasi baru mencapai 45 persen dari total target di 2023.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, tahun ini pemkot menargetkan memperbaiki 2.700 unit rutilahu.

Dari target tersebut, realisasi program ini baru mencapai 1.200 unit atau sekitar 45 persen.

"Sedangkan yang sudah dalam proses pengerjaan per Juli 2023, sebanyak 2.200 unit atau 82 persen," kata Kepala DPRKPP Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, Kamis (24/8/2023).

Tahun ini, Pemkot Surabaya menganggarkan Rp 94,5 miliar untuk 2.700 unit rumah. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang baru menargetkan 950 unit.

Para penerima program Dandan Omah, merupakan warga kurang mampu yang memiliki KK dan KTP Surabaya.

Mereka masuk dalam usulan lurah dan dengan melengkapi bukti kepemilikan yang sah atas tanah dan membuat Surat Pernyataan Tidak Sengketa. Rumah tersebut ditempati sendiri, tidak dijual atau disewakan selama 5 tahun dan belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan rumah lainnya kecuali perbaikan jamban.

"Kategori rutilahu adalah atap lapuk dan bocor, dinding lembab, lantai banjir dan jamban tidak berfungsi," jelas Irvan.

Untuk mengerjakan setiap unitnya, Pemkot Surabaya membutuhkan waktu sekitar 20 - 30 hari dengan total anggaran senilai Rp 35 juta. Angka tersebut termasuk untuk pekerja dan material.

Selain menyasar warga kurang mampu, program Dandan Omah juga menargetkan mengentaskan angka pengangguran.

Sebab, para pekerja Dandan Omah atau Kelompok Teknis Perbaikan Rumah (KTPR) adalah pekerja yang berasal dari warga sekitar.

Pihak Pemkot Surabaya juga berupaya memberikan pelatihan kompetensi keahlian pekerja dengan menggandeng Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), KTPR mendapatkan pelatihan tukang. Sehingga, para tukang lebih kompeten dan pengerjaan bisa lebih efektif.

"Pelatih tukang bangunan ini akan mengasah kemampuan tukang, meningkatkan pelatihan dan taraf hidup, dan tentunya selaras dengan Program Padat Karya Pemkot Surabaya," Irvan menuturkan.

"Selain itu, mengantisipasi membengkaknya biaya tenaga kerja. Sebab, seringkali KTPR mengalami kesulitan dalam menyediakan pekerja terampil perbaikan rumah," paparnya.

Apabila semua berjalan optimal, pihaknya optimistis pengerjaan sesuai target.

"Kami targetkan November 2023 semua selesai," tandas Irvan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved