Berita Viral

Sosok Khoirul Adib, Marbot Masjid di Semarang Dapat Beasiswa di Kampus Ternama AS: Sosok Berprestasi

Inilah sosok Khoirul Adib, marbot masjid yang mendapatkan beasiswa di sebuah kampus ternama di Amerika Serikat. Ternyata, sosok berprestasi

|
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
KOLASE Dokumentasi Kemenag
Khoirul Adib, marbot masjid di Semarang yang dapat beasiswa di kampus ternama Amerika 

Perjuangan daftar MOSMA

Adib merasa ini menjadi peluang baginya untuk merengkuh asa. Semua proses dilengkapi untuk memastikan dia bisa mendaftar.

"Saya tertarik untuk mempelajari dan mendaftar. Lika-liku perjalanannya saya lalui untuk bisa ikut mendaftar program tersebut," kata Adib.

"Ini bukan semata tentang mimpi saya, tapi juga harapan orang tua," tambah dia.

Pendaftaran MOSMA dibuka dari 15 Juni sampai 5 Juli 2023. Total ada 451 pendaftar, memacu Khoirul untuk bersiap menyongsong persaingan.

Dari hasil seleksi administrasi, terpilih 192 peserta yang masuk tahap seleksi. Dan, nama Khoirul Adib tercantum dalam pengumumannya.

Adib tergabung dalam kelompok S1 beserta 106 peserta lainnya. Ada 78 peserta untuk jenjang S2 dan 7 mahasiswa untuk jenjang S3.

Tahap wawancara dilakukan secara daring pada 13-14 Juli 2023, hal itu memudahkan Adib untuk tetap bisa sambil merawat ibunya.

Sebab, dia tidak harus pergi ke Jakarta. Selain aspek psikologis dan akademik, Adib juga harus mempersiapkan kemampuannya berbahasa Inggris karena dia ambil pilihan ke Amerika.

"Semua tahapan saya lalui dan pada saat pengumuman, 18 Juli 2023, ternyata nama saya dinyatakan lolos untuk bisa mengikuti program MOSMA Student Exchange di kampus ternama Amerika Serikat, Rochester Institute Of Technolgy," ujarnya.

"Berita baik ini disambut oleh keluarga. Orangtua saya bangga melihat anaknya bisa mewujudkan cita-citanya. Terima kasih Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas. Terima kasih Kementerian Agama," sambung Adib.

Berita bahagia semakin lengkap. Sebab, Adib juga lolos seleksi dan menjuarai kompetisi riset teknologi di Korea Selatan.

"Alhamdulillah, sebelum ke Amerika, saya bisa ikut kompetisi riset internasional di Korea Selatan. Alhamdulillah, saya mendapat medali perak," ceritanya.

Ibunya meninggal jelang keberangkatan ke Amerika

Di tengah rasa bahagia akan prestasi di Korea Selatan dan peluang kuliah di Amerika, mahasiswa kelahiran 2002 mendapat kabar duka.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved