Denny Caknan Menikah

Resepsi Pernikahan Denny Caknan dan Bella Bonita Dipenuhi Replika Bangunan Candi, Begini Konsepnya

Konsep Resepsi Pernikahan Denny Caknan dan Bella Bonita di Kepatihan Ngawi, Jumat (18/8/2023), dipenuhi dengan replika bangunan candi.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Replika bangunan candi memenuhi area pelaminan dan pintu keluar masuk tamu undangan di lokasi resepsi pernikahan Denny Caknan dan Bella Bonita di Kepatihan Ngawi, Jumat (18/8/2023). 

SURYA.CO.ID, NGAWI - Konsep Resepsi Pernikahan Denny Caknan dan Bella Bonita di Kepatihan Ngawi, Jumat (18/8/2023), dipenuhi dengan replika bangunan candi.

Selain dipasang di area pelaminan, ada tembok replika suatu candi dipasang sebagai sekat pembatas antara pintu masuk dengan pintu keluar para tamu undangan.

Manager Denny Caknan, Aprizal Wahyu Saputra mengatakan, konsep acara murni dan langsung dari Denny Caknan.

"Kami hanya mengartikan apa yang disampaikan oleh Mas Denny Caknan. Bangunan di area pelaminan adalah Candi Brahu," ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Denny Caknan dan Bella Bonita Mulai Mengikuti Ngunduh Mantu di Kepatihan Ngawi

Baca juga: Dua Bacapres Bakal Hadiri Resepsi Pernikahan Denny Caknan dan Bella Bonita di Ngawi

Baca juga: Manajer Sebut Happy Asmara dan Gubernur Khofifah Akan Datangi Resepsi Denny Caknan dan Bella Bonita

Pasangan suami istri, Denny Caknan dan Bella Bonita mulai mengikuti ngunduh mantu, lokasi resepsi pernikahan di Pendapa Kepatihan Ngawi, Jumat (18/8/2023), sekitar pukul 14.00 WIB.
Pasangan suami istri, Denny Caknan dan Bella Bonita mulai mengikuti ngunduh mantu, lokasi resepsi pernikahan di Pendapa Kepatihan Ngawi, Jumat (18/8/2023), sekitar pukul 14.00 WIB. (SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani)

Candi Brahu, lanjut dia, tempat bermainnya Pelantun Tembang Sampek Tuwek tersebut pada waktu usia anak-anak.

"Mas Denny bermain di tempat kelahirannya ayahandanya, Kasnan di Mojokerto Trowulan," bebernya.

"Konsep di sekitar candi ada pepohonan dan kebun. Kami mengambil konsep serupa dengan kawasan candi," imbuh Aprizal.

Dipilihnya Kepatihan Ngawi sebagai momen sakral, lanjut Aprizal, tentu bukanlah sembarangan.

"Awalnya ingin di Benteng Pendem. Sempat diskusi sama Pak Bupati Ony, dan memiliki keinginan di sana," tuturnya.

"Cuma ternyata belum dibuka untuk umum. Jadi mengurungkan niat ke sana dan mencari pilihan. Akhirnya ditentukan Kepatihan Ngawi, karena sebagai salah satu Landmark Kabupaten Ngawi," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved