Berita Lamongan
Jumlah Anak Stunting Capai 2.929, Bupati Lamongan Upayakan Penurunan Lewat Program 1-10-100
Pemkab Lamongan mengupayakan percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Jumlah anak stunting di Kabupaten Lamongan masih cukup tinggi. Sampai hari ini data Dinas Kesehatan menunjukkan, jumlahnya mencapai 2.929 anak.
Untuk mengatasi ribuan anak dalam kondisi stunting tersebut, Pemkab Lamongan mengupayakan percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program.
Salah satunya program Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yakni, program orang tua asuh dan program 1-10-100.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengakui angka stunting y masih cukup besar yakni 27 persen.
Untuk mendukung upaya menekan angka stunting, seluruh OPD organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan untuk penanganan stunting.
"Jumlah balita stunting Lamongan berdasarkan data Dinas Kesehatan saat ini masih ada 2.929 anak, masih banyak," kata Yuhronur kepada SURYA, Senin (14/8/2023).
Pihaknya, selain melibatkan seluruh dinas, OPD untuk turut memikirkan mengatasi stunting, TP PKK juga intens bergerak turun sampai ke desa-desa untuk tau persis apa yang terjadi di desa.
PKK bekerjasama dengan banyak pihak melaksanakan program namanya, 1-10-100.
Program ini diberikan pada orang tua asuh untuk balita dalam bentuk 1 paket diisi untuk 10 balita stunting selama 100 hari.
Ia berharap pada masyarakat untuk menyebarkan informasi terkait program 1-10-100. Demikian juga dengan orang tua, agar lebih banyak masyarakat yang sukarela menjadi orang tua asuh.
Sebarkan ke orang banyak, supaya yang mau jadi orang tua asuh itu semakin banyak. Ia akan targetkan di tahun 2023 ini bisa terwujud 200 paket untuk anak balita." Kita sudah mulai, salah satunya di Bandungsari," katanya.
Ketua TP PKK Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa Desa Bandungsari sempat menjadi lokus stunting (lokasi khusus penanganan stunting) yang saat ini telah terdapat 11 balita stunting.
Kesebelas balita ini sudah dipilih sebagai anak asuh Bupati Yuhronur yang nantinya secara sistem akan diberikan asupan makan siang selama 3 bulan atau 100 hari.
"Jadi polanya, anak-anak stunting akan diberikan makanan 1 hari 1 kali makan siang, sesuai menu yang ditangani ahli gizi Puskesmas dengan budget Rp 5 ribu per anak dalam sehari," kata Anis.
Pemberian makanan itu diawasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memastikan apakah makanan itu sudah diterima rutin atau tidak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/seperti-dilakukan-di-Sukodadi-Sabtu-1282023.jpg)