Senin, 13 April 2026

Berita Surabaya

Ayahanda Briptu Tiara Lulusan Terbaik Akpol Turki, Sempat Was-was Semasa Pandemi Covid-19

Akhmad Ariefin mengakui, kondisi kesehatannya sempat down, lantaran kepikiran keselamatan sang anak.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/luhur pambudi
Akhmad Ariefin (kiri), ayahanda Briptu Tiara Nissa Zulbida (kanan) di Mapolda Jatim 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Lulusan terbaik peringkat lima Akpol Turki atau Turkish National Police Academy (TNPA) Briptu Tiara Nissa Zulbida ternyata Polwan yang kerap ditugaskan mengemban misi berskala Internasional.

Sebelum akhirnya ia mengikuti pendidikan Akpol Internasional yang diikuti perwakilan 16 negara di Turki selama dua tahun.

Dara kelahiran Kota Pasuruan, Jatim ini, pernah mengemban tugas selama setahun sebagai pasukan perdamaian United Nations (UN) Mission di Negara Sudan, Afrika Utara, tahun 2020-2021.

Ayahanda Briptu Tiara, Akhmad Ariefin tak menampik, dengan sepak terjang dan aktifnya sang anak perempuan dalam bertugas skala Internasional, membuat dirinya sempat merasa was-was.

Apalagi saat sang anak ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Sudan, yang kala itu, situasi Pagebluk Pandemi Covid-19 sedang mewabah di hampir seluruh belahan bumi.

Akhmad Ariefin mengakui, kondisi kesehatannya sempat down, lantaran kepikiran keselamatan sang anak.

Baca juga: Sosok Briptu Tiara Nissa Zulbida yang Viral Usai Sabet Lulusan Terbaik Pendidikan Akpol Turki

"Seperti dulu kan pernah misi di Afrika, itu kan sempat Covid-19. Saya sempat turun drastis (kondisi fisik dan kesehatan), kepikiran," ujarnya pada awak media di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Jumat (4/8/2023).

Saat sang anak kembali mengemban misi menjadi satu diantara tiga anggota Polri untuk mengikuti pendidikan Akpol Turki. Akhmad Ariefin sempat dibuat kondisi tekanan darahnya naik turun karena was-was.

Apalagi, saat negara berjuluk 'Bumi Bisyarah Nabi Muhammad' itu, sempat diguncang gempa dahsyat, pada Februari 2023 kemarin.

Pria berpeci hitam dan berkemeja batik warna kuning itu, berkali-kali menghubungi sang anak untuk memastikan keadaan.

"Ya kaget (pas ada gempa) tapi saya diberitahu ternyata masih jauh dari kotanya dia. Seperti 30 km. Seperti dari Lawang ke Pasuruan. Sempat khawatir saat itu," jelasnya.

Kini sang anak telah kembali pulang berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat walafiat.

Namun, ia tak memungkiri, sang anak tetaplah anggota kepolisian yang sejak awal mengemban tugas tanggung jawab mengayomi masyarakat.

Oleh karenanya, ia tak ingin menyampaikan permintaan aneh-aneh kepada sang anak.

Yang jelas, ia berpesan agar sang anak tetap berkomitmen mengemban amanat tugas sebagai anggota Polri. Dan terpenting, tidak meninggalkan ibadah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved