Rabu, 8 April 2026

Pemilu 2024

Anwar Sadad Angkat Kiprah Gus Dur: Peran Santri Harus Diperkuat

Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menyampaikan peran besar para santri di kancah perpolitikan nasional.

surya.co.id/bobby kolloway
Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad saat menghadiri Halaqoh Politik Santri yang diadakan di Ponpes Imam al-Damanhuri, Kota Malang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menyampaikan peran besar para santri di kancah perpolitikan nasional.

Bukan sekadar sebagai "pelengkap", santri berpeluang menjadi penggerak utama.

Hal itu disampaikan Anwar Sadad dalam 'Halaqoh Politik Santri' yang diadakan di Ponpes Imam al-Damanhuri, Kota Malang.

"Pemilu 2024 memberikan ruang besar bagi para politikus santri untuk makin mengambil peran signifkan," kata Sadad di depan peserta pertemuan.

Ia menyampaikan, kiprah santri mulai diakui saat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih sebagai Presiden keempat RI.

Gus Dur yang juga merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan andil besar dalam mengangkat citra santri di kepemimpinan nasional.

"Signifikansi peran politikus santri sebenarnya sudah mulai nampak di era reformasi ini. Terutama, dengan terpilihnya Gus Dur sebagai Presiden keempat RI," kata Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur ini dikonfirmasi seusai acara, Jumat (4/8/2023).

Halaqoh yang berlangsung lebih dari dua jam itu diikuti oleh sekitar 50 peserta itu diikuti santri-santri yang tengah mengikuti studi program pascasarjana di beberapa perguruan tinggi di Kota Malang, Kamis malam (3/8/2023).

Beberapa di antaranya adalah dosen, di antaranya UM, UB, dan UIN.

Ia melanjutkan, santri telah banyak memberikan warna dalam kancah politik di level tertinggi.

"Sejak saat itu santri menjadi magnet dan faktor determinan dalam kontestasi politik secara nasional," kata Anggota DPRD Jatim empat periode ini.

Alumni pesantren Sidogiri ini menyampaikan, kaum santri tidak lagi dipandang sebagai entitas yang hanya berperan untuk 'supporting' semata. Namun, juga telah menjadi pengaggas dan penggerak.

"Peran inilah yang dalam perjalanan politik ke depan harus makin diperkuat," kata Dewan Pakar Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) ini.

Jawa Timur sebagai rumah bagi para santri memiliki peluang tersebut.

Oleh karena itu, dirinya pun merelakan waktu berkeliling ke pesantren bertemu para santri dalam rangka mentransformasikan gagasan politik yang digali dari nilai-nilai kesantrian.

Sadad menilai kekuatan politik santri sebenarnya pada gagasan.

"Karena hal itu telah didalami di pesantren, melalui pesan-pesan tersirat dalam pelajaran sejarah, fikih, tafsir, hadis, dan lainnya," tegas peraih Doktor politik Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved