Kamis, 28 Mei 2026

Inilah Doa Agar Diberikan Keturunan, Buya Yahya Sarankan Baca di Malam Hari

Berikut doa agar diberikan keturunan yang diajarkan Buya Yahya, lengkap tulisan Arab dan artinya.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Tribun Wow
Ilustrasi - doa minta keturunan 

SURYA.CO.ID - Berikut doa minta keturunan yang diajarkan Buya Yahya, lengkap tulisan Arab dan artinya.

Beragam cara sudah dilakukan pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan, namun belum lengkap jika tidak memohon kepada Allah SWT yang memiliki sifat al Khaliq yakni Maha Mencipta.

Mengutip video di kanal YouTube Al-Bahjah TV unggahan tanggal 8 Oktober 2018 lalu, Buya Yahya menjelaskan bagi pasangan suami istri yang ingin segera memiliki keturunan untuk memperbanyak doa istighfar.

"Maka mintalah khusus kepada Allah, dengan istighfar lah kepada Allah, sungguh Allah adalah Maha Pengampun," ujar Buya Yahya.

Para ulama mengatakan bahwa apabila memiliki hajat khusus tentang anak, maka perbanyak membaca istighfar khusus di malam hari.

Buya Yahya menegaskan doa istighfar diniatkan secara khusus untuk memohon ampun kepada Allah dan memohon untuk diberikan keturunan.

"Diniatkan untuk memohon ampun kepada Allah, diniatkan untuk mendapatkan keturunan yang dijanjikan Allah," lanjut Buya Yahya.

Buya Yahya menyarankan agar membaca istighfar sebanyak minimal 70 kali dan dilakukan dengan niat sungguh-sungguh.

Maka, Allah SWT akan memberikan harta, kemudahan rejeki, dan anak-anak atau keturunan kepada pasangan suami istri tersebut.

Bacaan Istighfar

1. Istighfar pendek

أَسْتَغْفِرُ الله
Astaghfirullah

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

2. Istighfar sedang

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوبُ إِلَيْه
Astaghfirullahal'adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya."

3. Sayyidul Istighfar (istighfar paling utama)

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u bi dzanbi faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzubuuba illa anta

Artinya: "Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku lakukan, aku mengakui untuk-Mu nikmat-nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui untuk-Mu dosa-dosaku, maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau."

Adab Berdoa agar Segera Dikabulkan

Mengutip buku Quantum Doa, berikut beberapa adab berdoa yang telah dijelaskan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya 'Ulumuddin:

1. Pada waktu yang baik dan mulia, seperti pada hari 'Arafah, bulan Ramadan, hari Jumat, sepertiga yang akhir dari malam (tsulutsu-l-akhir mina-l-lay)) dan pada waktu sahur.

2. Dalam keadaan yang mulia, seperti ketika bersujud dalam sembahyang, ketika berhadapan dengan musuh dalam pertempuran, ketika hujan turun, sebelum menunaikan sembahyang dan sesudahnya, ketika jiwa sedang tenang dan bersih dari segala gangguan setan dan ketika menghadap Kabah

3. Menghadap kiblat.

4. Merendahkan suara

5. Jangan bersajak, tetapi cukup dengan kata-kata biasa, sederhana, sopan dan tepat mengenai sesuatu

yang dihajati. Dengan kata lain, dalam berdoa dilakukan dengan irama-irama tertentu, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh penggubah-penggubah doa dalam bahasa Arab. Dan sebaiknya memilih lafal-lafal doa yang datang dari Rasulullah Saw.

6. Bersikap khusyuk dan tadharru, 'yakni merasakan kebesaran dan kehebatan Allah dalam jiwa kita yang halus.

7. Mengokohkan kepercayaan bahwa doa itu akan diperkenankan Allah dan tidak merasa gelisah jika doa itu tidak diperkenankannya.

8. Mengulang-ulang doa tersebut dua tiga kali, khususnya tentang doa yang berkaitan dengan sesuatu yang sangat diutamakan atau diinginkan sekali.

9. Menyebut (memuji) Allah pada permulaannya.

10. Bertobat sebelum berdoa dan menghadapkan diri dengan sesungguhnya kepada Allah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved