Bolehkah Puasa Muharram 1 Bulan Penuh? Berikut Penjelasan Hukumnya

Bolehkah Puasa Muharram 1 Bulan Penuh? Berikut kata Buya Yahya menjelaskan hukumnya.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Istimewa
Bolehkah Puasa Muharram 1 Bulan Penuh? 

SURYA.CO.ID - Bulan Muharram belum berakhir, sebagian umat Islam masih mengerjakan amalan puasa untuk mendapatkan keberkahannya. Lantas bolehkah Puasa Muharam 1 bulan penuh?

Diketahui Bulan Muharram adalah satu dari empat bulan mulia dalam Islam, tiga lainnya yakni Rajab, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.

Pada Bulan Muharram, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram yang disebut Puasa Tasua'a dan Puasa Asyura.

Namun ternyata terdapat sebagian umat Muslim yang melaksanakan Puasa Muharram selama satu bulan penuh, untuk memuliakan bulan Muharram.

Lantas bolehkah berpuasa sebulan penuh pada bulan Muharam?

Buya Yahya dalam sebuah kajian di kanal YouTube Al Bahjah TV menjelaskan bahwa hukum puasa satu bulan penuh di Bulan Muharram adalah boleh.

"Puasa di bulan Muharram 1 bulan penuh adalah boleh," kata Buya Yahya.

Diungkap Buya Yahya, hal ini lantaran puasa paling utama setelah Puasa Ramadhan adalah puasa di Bulan Muharram.

"Bahkan dikatakan puasa di bulan Muharram itu adalah puasa yang paling bagus setelah puasa di bulan Ramadhan," lanjut Buya Yahya.

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Sementara waktu puasa di Bulan Muharram yang sangat dianjurkan adalah pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Diriwayatkan dari Abu Qatadah Ra : Sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat,” (HR Muslim).

Buya mengatakan, sampai saat ini tidak ada satu ulama pun yang mengatakan makruh puasa sebulan punuh di bulan Muharram.

Artinya, tidak ada larangan untuk melaksankannnya.

"Boleh puasa 1 bulan penuh (bulan Muharram) tidak ada larangan, bahkan tidak ada satu ulama pun yang bilang makruh tentang hal ini, full pun boleh," tambah Buya Yahya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved