Sabtu, 11 April 2026

PILPRES 2024

Ada Tangan Gaib Halangi Prabowo Pilih Cak Imin? Ini Statemen PKB

"Mungkin ada invisible hand. Ada tangan-tangan gaib yang ikut mengatur. Enggak tahu saya apakah itu oligarki atau apa, ," ujar Jazilul.

Editor: Suyanto
Tribunnews.com
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berkunjung ke rumah dinas Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (9/7/2023). 

SURYA.co.id I JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencurigai ada yang mencoba menghalangi Ketua Umum Gerindra, yang juga Bacapres Prabowo Subianto untuk memilih Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Bacawapres.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid saat ditemui di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2023).

"Mungkin ada invisible hand. Ada tangan-tangan gaib yang ikut mengatur. Enggak tahu saya apakah itu oligarki atau apa, enggak tahu saya," ujar Jazilul.

Namun demikian, Jazilul tidak menyebut nama atau kelompok yang dicurigainya .

Baca juga: Kelompok Milenial Tuban Dukung Gus Muhaimin Iskandar Nyapres, Anggap Programnya Bagus

Disinggung nama Presiden Jokowi yang diduga turut campur penentuan cawapres Prabowo, Jazilul enggan membenarkan anggapan tersebut.

"Enggak tahu saya pastinya. Yang jelas Pak Jokowi mau cawe-cawe demi bangsa dan negara, itu jelas. Kalau itu semua tahu lah. Tapi kalau untuk urusan Pak Prabowo atau Koalisi PKB Gerindra saya tidak tahu persis," jelasnya.

Jazilul menegaskan PKB akan tetap fokus mendorong Cak Imin menjadi cawapres Prabowo. Meskipun, baru-baru ini mencuat duet Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.

Jazilul pun optimistis Cak Imin yang akan ditunjuk sebagai cawapres Prabowo.

"Optimis, 99,9 persen optimis," jelas Jazilul.

Baca juga: Manuver Cak Imin Sepulang Haji: Bertemu Prabowo, Berlanjut Akan Temui Megawati, PKB Cari Aman?

Di sisi lain, Jazilul enggan berspekulasi jika memang nantinya keputusannya Cak Imin tidak ditunjuk menjadi cawapres Prabowo.

Dia bilang Cak Imin tetap didorong PKB untuk maju baik sebagai capres maupun cawapres.

"Ya nanti kalau pada hari H-nya misalkan terjadi sesuatu yang mungkin berbeda, ya saya enggak tahu apa yang akan diambil sikapnya," jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com, KLIK DISINI

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved