Berita Sidoarjo

Akses Sanitasi Masih Ada Gap 1,1 Persen, Sidoarjo Menjadi Role Model Implementasi SSK

Permasalahan sanitasi permukiman di Kabupaten Sidoarjo dapat terlihat dari masih rendahnya kualitas dan tingkat pelayanan sanitasi.

Penulis: M Taufik | Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Wabup Sidoarjo, Subandi menandatangani berita Acara Dukungan Kepala Daerah dalam rangka Implemantasi SSK Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman Kabupaten Sidoarjo Tahun 2023 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Kabupaten Sidoarjo terpilih sebagai Role Model Implemantasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota. Wakil Bupati Sidoarjo Subandi telah menandatangani berita Acara Dukungan Kepala Daerah dalam rangka Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman Kabupaten Sidoarjo Tahun 2023.

Penandatanganan dilakukan di ruang Delta Wicaksana kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo di sela audiensi dengan Pokja PKP (Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman) Provinsi Jawa Timur.

Subandi yang juga merupakan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dan Penanganan Stunting Kabupaten Sidoarjo menyampaikan, percepatan pembangunan sektor sanitasi merupakan kegiatan pembangunan yang harus diprioritaskan.

Menurut Subandi, pembangunan tersebut merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia sehingga wajib dan harus dipenuhi. Permasalahan sanitasi permukiman di Kabupaten Sidoarjo dapat terlihat dari masih rendahnya kualitas dan tingkat pelayanan sanitasi. Khususnya pada sektor air limbah domestik.

Hal itu disebabkan masih rendahnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sanitasi. Selain itu masih kurangnya koordinasi antar pihak-pihak yang berkepentingan. Baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten maupun kelurahan/desa.

Ia juga melihat integrasi perencanaan dan program pembangunan belum tertata. Kurangnya minat dunia usaha untuk berinvestasi di sektor air limbah domestik juga terlihat. Hal tersebut menurutnya dikarenakan pertimbangan ekonomis dan keuangan.

“Di samping tiga hal tersebut di atas, yang menjadi tantangan saat ini berdasarkan dokumen SSK (Strategi Sanitasi Kota) 2022, cakupan akses sanitasi masih sebesar 98,9 persen sehingga untuk mencapai 100 persen akses layak, masih terdapat gap sebesar 1,1 persen,” ungkapnya.

Kemudian, pencapaian SDGs sektor sanitasi pada tahun 2030, merupakan konsep pembangunan yang telah disepakati bersama. Hal tersebut menjadi landasan pembangunan pemerintah pusat dan daerah.

Sehubungan dengan itu, kata Subandi, Pemkab Sidoarjo merespons positif terhadap program air limbah dometik dan juga persampahan dengan memasukkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo.

Sementara Pokja PKP Jawa Timur, Indiny Maulia mengapresiasi kepada Kabupaten Sidoarjo yang mampu mencapai tahapan implementasi SSK. Dengan capaian ini diharapkannya akan selalu on the track untuk melaksanakan implementasi SSK pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Ia juga mengapresiasi capaian sanitasi di Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi sebesar 98,9 persen. Namun ia meminta Kabupaten Sidoarjo tidak puas di sini saja. masih ada gap 1,1 persen yang diharapan sanitasi bisa 100 persen untuk layanan kepada masyarakat. ****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved