Berita Lamongan
Jumat Curhat, Polres Lamongan Bergeser Temui Pedagang Pasar
Polres juga melibatkan pengelola pasar, Perumda Pasar Daerah tepatnya di Pasar Sidoharjo dan UPT Pasar Ikan Lamongan
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Sasaran Jumat Curhat yang digelar rutin Polres Lamongan kini bergeser.
Jika sebelumnya banyak dilakukan di balai desa, dan pendopo kecamatan, kini bersama pedagang pasar.
Tidak hanya pada pedagang, Polres juga melibatkan pengelola pasar, Perumda Pasar Daerah tepatnya di Pasar Sidoharjo dan UPT Pasar Ikan Lamongan, Jumat (14/7/2023).
Di dua tempat ini, Polisi menampung semua apa yang menjadi keluhan para pedang. Kedatangan petugas Polres ini banyak dimanfaatkan pedagang untuk berdiskusi berkeluh kesah serta mencari solusi terbaik.
Jumat curhat dipimpin Kasat Intel Polres Lamongan, Iptu I Nyoman Sukenesa, didampingi Kapolsek Kota Lamongan, AKP M. Fadelan, Direktur Perumda Pasa Lamongan, Suhartono, serta Kepala UPT Pasar.
Sekitar 50 pedagang rela meninggalkan dagangannya untuk nimbrung mengikuti acara Jumat curhat.
Baca juga: Perayaan Tahun Baru Islam 1445 H, Pemkab Lamongan Hadirkan Band Letto dan Gelar Beragam Acara Religi
Kesempatan itu dimanfaatkan pedagang untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi. Tanpa ragu, perwakilan pedagang Pasar Ikan mengeluhkan adanya warung penjual miras yang ada di depan pintu masuk Pasar Ikan.
"Keberadaannya sangat menganggu ketentraman warga pasar dan warga sekitar," ungkapnya.
Warung miras itu dinilai cukup menyedot pembeli, lantaran ada banyak wanita sebagai pramusaji. " Sering memicu gaduh," katanya.
Para pedagang juga menyampaikan kondisi gorong-gorong Pasar Ikan. Terjadi sedimentasi dan banyan tumpukan sampah yang membuat aliran limbah tidak lancar yang memicu bau menyengat.
Beda dengan apa yang menjadi keluhan pedagang Pasar Tingkat. Pintu keluar masuk menuju pasar dirasakan sering memicu kemacetan arus Lalin depan pasar.
Para pedagang juga berharap, agar tidak ada penutupan jalan jalur sekitar pasar saat ada kegiatan yang digelar oleh Pemda atau pihak lain yang terpusat di Alun-alun.
"Praktis pasar sepi, karena jalan di sekitar pasar ditutup," kata Muhammad.
Mestinya polanya dibalik, saat ada keramaian di Alun-alun, sejumlah ruas jalan menuju pasar tetap dibuka. Kalau dibuka, pengunjung akan banyak masuk pasar.
Mendapati keluhan para pedagang, Kapolres Lamongan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha melalui Kasat Intel Polres Lamongan Iptu I Nyoman Sukenesa mengatakan, perlunya Jumat curhat tetap digelar untuk membuat nyaman warga masyarakat, termasuk warga pasar.