Ibadah Haji 2023

Sosok Niron, Jemaah Haji Probolinggo yang Hilang Ditemukan Meninggal, Istri Sempat Tak Mau Makan

Inilah sosok Niron Sunar Sunah (77), jamaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur yang ditemukan meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi. 

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Musahadah
kolase surya/galih lintartika/istimewa
Kasat Ops Armina, Harun Al Rasyid saat melakukan penyisiran mencari tiga jemaah haji yang hilang saat puncak haji. Foto kanan: Niron, jemaah haji yang hilang akhirnya ditemukan meninggal dunia. 

SURYA.CO.ID - Inilah sosok Niron Sunar Sunah (77), jamaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur yang ditemukan meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi. 

Niron awalnya dikabarkan hilang saat puncak haji atau Armuzna atau Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina) pada 29 Juni 2023.

Saat itu, Niron beserta rombongan KBIH Nurul Haramain melontar jumrah hari kedua yang dilaksanakan setelah salat subuh.

"Sejak perjalanan dari Mina ke Jamarat, pak Niron masih berkumpul dengan rombongan. Namun setelah pulang ke Mina, sesampai di tenda sudah tidak terlihat bersama rombongan lagi," Ketua Kloter 65 Embarkasi Surabaya Hartono Sunayar Kemi menjelaskan.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sempat menemukan pakaian dan identitas milik Niron, satu di antaranya paspornya yang tercecer.

Baca juga: Jemaah Haji Probolinggo Hilang Usai Lempar Jumroh, Petugas Hanya Temukan Paspor dan Baju

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Husnul Maram mengatakan bahwa banyak tempat telah disisir untuk mencari keberadaan Niron, termasuk di Jamarat.

"Menyisir lokasi yang ada di sana, di Mina, di sekitar tenda dan di Jamarat sana, tempat untuk lempar jumrah disisir semuanya. Ternyata tidak diketahui," jelas Husnul, dikutip dari tayangan Kompas TV, Senin (10/7/2023).

Kemudian pada 5 Juli lalu, identitas Niron pun ditemukan, namun temuan ini baru dilaporkan kepada PPIH Debarkasi Surabaya pada 8 Juli lalu.

"Nah pada tanggal 5 Juli ternyata identitasnya ditemukan, tapi baru lapor kepada petugas kami tanggal 8 Juli," kata Husnul.

Dari temuan tersebut, pihaknya mengetahui bahwa Niron meninggalkan identitasnya termasuk paspor.

Selain itu ditemukan pula pakaian yang dipakai Niron untuk melempar jumrah pada hari kedua.

"Paspornya, tas paspornya ada, identitasnya dan sebagainya itu ada semua. Terus ada bajunya, baju yang dipakai oleh beliau itu ketika sedang lempar jumrah yang hari kedua," papar Husnul.

Kasat Ops Armina, Harun Al Rasyid di Mekkah pada Selasa pihaknya melakukan pencarian di beberapa tempat salah satunya di kantor polisi dan ruang jenazah Muasim.

Saat itu tiba-tiba ada berita masuk melalui WhatsApp, terdapat jenazah dengan ciri-ciri jemaah yang tengah dicari.

Pukul 10.15 WAS (Waktu Arab Saudi), pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak mulai dari Mashariq, ketua kloter, dan istri almarhum.

Usai melihat ciri khusus, istri almarhum membenarkan bahawa jenazah tersebut adalah suaminya. Pengecekan pun dilakukan dengan pencocokan berbagai data seperti paspor, visa, hingga sidik jari.

Setelah negosiasi yang panjang dan cukup alot, pukul 20.15 jenazah bisa langsung dimandikan.

Tanpa disangka pihak maktab dan pengurus Arab Saudi merespons keinginan keluarga membawa jenazah ke Masjidil Haram untuk disalatkan bada salat Maghrib.

"Alhamdulillah bisa kami laksanakan bersama-sama di sana. Setelah salatkan jenazah langsung kita bawa ke tempat pemakaman di daerah Soraya," ungkap dia.

Pemakaman dilaksanakan pada Selasa (11/7/2023) waktu Arab Saudi (WAS) dengan dihadiri istri Niron, Kamsani (63). 

Dengan ditemukannya Niron, berarti masih ada dua jemaah haji yang masih hilang yakni Idun Rohim Zen bin Rohim kloter PLM 20, dan Suhardi Ardi kloter KJT 10.

Pencarian sudah berlangsung 11 hari. 

"Mohon doa agar dua jemaah haji kita bisa segera ditemukan. Mohon dukungannya,” tutup Harun.

Siapa sebenarnya Niron?

Almarhum Niron Sunnar Surya adalah warga Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini. 

Niron termasuk jemaah haji dari Kloter SUB 65, embarkasi Surabaya.

Niron berangkat haji bersama sang istri, Kamsani. 

Kabar meninggalnya Niron meninggalkan duka mendalam bagi Kamsani. 

Sebelum mendatangi rumah sakit untuk memastikan jasad suaminya, Kamsani diperlihatkan sebuah foto dari handponeoleh salah seorang petugas maktab yang menemui Kamsani yang menginap di sektor 7, di kota Makkah. 

"Ibu kuat apa tidak (ditunjukkan sebuah foto)? Kalau tidak kuat, tidak usah melihat,” kata Tiarso salah seorang jemaah haji asal Probolinggo kepada Kamsani (63) istri almarhum Niron, Selasa (11/7/2023).

Saat ditunjukkan foto itu, Kamsani mengangguk, mengiyakan bahwa itu adalah benar suaminya saat dipastikan hingga beberapa kali.

Kamsani kemudian bergegas bersama salah seorang petugas maktab, didampingi Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) ke ruang penyimpanan jenazah di Rumah Sakit Al Noor di kota Mekkah.

Tiarso saat ditemui di hotel tempat para jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur ini menginap menjelaskan, saat almarhum Niron terpisah dari rombongan, beberapa rombongan secara berkala ikut membantu mencari keberadaan Niron.

"Istri pak Niron juga sempat ditanya berulang kali, saat terpisah terakhir kali dimana. Kemudian kita bantu cari dan tidak ketemu, sampai akhirnya kami mendapat kabar pak Niron sudah ditemukan," ujar Tiarso.

"Kami diyakinkan oleh foto dan dipastikan oleh istri pak Niron, benar itu suaminya. Awalnya ditujukan kain sarung yang terlilit di kaki. Kemudian istri pak Niron makin yakin dengan gelang karet yang selalu dipakai," kata Tiarso.

Kamsani, cerita Tiarso kembali mengiyakan lagi saat diperlihatkan wajah suaminya secara utuh.

Sebelum akhirnya ditemukan, Kamsani kerap sakit sakitan lantaran tak mau makan sehingga petugas kesehatan terpaksa didatangkan untuk merayu agar mau makan.

Siapkan Kepulangan

Jemaah haji saat menunggu masuk bus menuju bandara untuk pulang ke Indonesia.
Jemaah haji saat menunggu masuk bus menuju bandara untuk pulang ke Indonesia. (surya.co.id/galih lintartika)

Sementara itu, jemaah haji gelombang dua untuk kepulangan ke tanah air, mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah secara bertahap mulai 10 juli hingga 24 Juli 2023. 

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dr. Tri Atmaja Sugiyarno mengatakan, semua tenaga kesehatan dan pendukung yang bertugas di KKHI Madinah sudah siap.

“Seluruh petugas KKHI Madinah telah kembali dari Makkah ke Madinah sejak 7 Juli 2023 dan langsung melakukan persiapan,” katanya, Rabu (12/7/2023).

Persiapan itu diantaranya, kata dia, membersihkan ruang pelayanan yang ada seperti IGD, HCU, ruang nawat inap, dan lain sebagainya

Ia menuturkan, tidak hanya petugas, seluruh alat kesehatan dan logistik obat-obatan, serta perbekalan kesehatan (Perbekkes) juga dimobilisasi kembali ke Madinah.

“Sebelumnya, peralatan itu digunakan untuk operasional pos kesehatan Mina selama puncak ibadah haji atau fase Armuzna,” sambungnya.

Terpisah, Kasi Kesehatan Daker Madinah dr. Thafsin Alfarizi membagikan strategi yang akan dilaksanakan bidang kesehatan di Daker Madinah gelombang kedua. 

Pertama, pelaksanaan Medical Check Up (MCU) yang tujuannya untuk mencegah terjadinya kesakitan/kematian sekaligus untuk skrining tanazul. 

MCU ini berlangsung mulai 11 Juli 2023 meliputi poli jantung, paru, penyakit dalam, dan psikiatri. Setiap harinya ada kuota 20 jemaah. 

Menurutnya, jemaah yang akan MCU akan dibantu fasilitasi antar jemput oleh tim Emergency Medical Team (EMT) sektor yang ada.

Kedua, dilaksanakan peningkatan pelayanan di sektor melalui Tim EMT. Tim EMT bekerja sama melakukan pemeriksaan ulang kondisi jemaah haji risiko tinggi (Risti). 

Selain itu akan dilakukan pemasangan tanda Risti atau tanda triage status kesehatan jemaah di depan kamar masing - masing jemaah.

Ketiga, penguatan layanan kesehatan kloter dengan memberikan kembali pembekalan klinis kepada TKHK oleh tim KKHI Madinah dan Tim EMT secara bergantian. 

Selanjutnya, peningkatan layanan distribusi obat dan Perbekkes hingga ke kloter. Upaya ini didukung optimalisasi distribusi melalui sektor yang dibantu oleh Tim EMT. 

Depo Farmasi Madinah juga akan berupaya untuk segera memenuhi kebutuhan obat-obatan dan Perbekkes sesegera mungkin. 

Terakhir, KKHI Madinah melaksanakan optimalisasi layanan pemulangan pasien yang dirawat di KKHI. Rencananya dalam sehari akan dilakukan dua kali pemulangan.

Mereka dipulangkan ke kloter, yakni di pagi hari dengan menggunakan ambulans sektor dan sore hari dengan menggunakan kendaraan ambulans KKHI Madinah. 

dr. Alfarizi menyampaikan, bidang kesehatan Daker Madinah akan berupaya meningkatkan kondisi kesehatan para jemaah haji selama di kota Madinah pasca Armuzna. 

Pasca Armuzna, kondisi jemaah haji masih kelelahan dan kasus pneumonia terus meningkat. Oleh karenanya jemaah haji diimbau disiplin pola hidup bersih dan sehat. 

“Kasus pneumonia meningkat. jemaah perlu mewaspadai penularan yang mungkin terjadi dengan memakai masker, hindari kontak fisik, rajin cuci tangan,” urainya.

TKHK juga diimbau untuk mewaspadai gejala jemaah Lansia dengan batuk pilek dan kurang nafsu makan yang mengarah pada gejala pneumonia.

Jika menemui kasus ini, maka TKHK akan segera memeriksakan jemaah Lansia tersebut ke KKHI Madinah. Ia juga mengingatkan cuaca panas ekstrem. 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: Niron Jemaah Haji Asal Probolinggo yang Hilang Ditemukan dalam Kondisi Meninggal

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved