Ibadah Haji 2023
Bus Jemaah Gelombang Kedua dari Makkah ke Madinah Dipantau GPS
Mereka akan diberangkatkan menggunakan armada bus yang sudah disiapkan oleh syarikah atau perusahaan yang telah ditunjuk pemerintah Arab Saudi.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, MADINAH - Jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan didorong dari Makkah ke Madinah mulai Senin (10/7/2023).
Mereka akan diberangkatkan menggunakan armada bus yang sudah disiapkan oleh syarikah atau perusahaan yang telah ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi.
Selama perjalanan dari Makkah ke Madinah, bus-bus yang membawa jemaah akan dipantau langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggunakan Sistem Pemosisi Global atau GPS.
"Sebagaimana arahan Pak Menteri kita akan mentracking mobil bus yang ada dari Makkah. Jadi kita sudah koordinasi dengan naqobah dan perusahaan-perusahaan atau syarikah bus yang ada 11 perusahaan tersebut. Kita minta GPS dan user id-nya. Sehingga posisi bus dari Makkah kita bisa mengetahuinya," kata Zaenal Muttaqin, Kepala Daerah Kerja Madinah, Minggu (9/7/2023).
Baca juga: Pasar Kakiyah Makkah, Jemaah Haji Wajib Belanja Oleh-Oleh di Sini
Untuk memastikan pemantuanan bus-bus yang membawa jemaah haji Indonesia ini, sambung Zaenal, pihaknya telah menyiapkan alat-alat yang diperlukan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengoperasionalkannya.
Zainal juga mengaku sudah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan hotel di Madinah yang akan menerima kedatangan jemaah gelombang II dari Makkah ke Madinah.
Harapannya, mereka sudah siap menerima kedatangan jemaah Indonesia secara maksimal.
Selain itu terkait dengan konsumsi jemaah, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan 21 perusahaan yang akan memberikan layanan katering untuk jemaah haji Indonesia.
Baca juga: PPIH Arab Saudi Bertemu Tabung Haji Malaysia, Bahas Sejumlah Layanan saat di Armuzna
"Tadi pagi kita sudah koordinasi dengan 21 perusahaan katering. Kita sampaikan apresiasi dari pimpinan berkaitan dengan komitmen dan layanan yang baik. Dan alhamdulillah mereka juga sangat antusias dan bersemangat terhadap pelayanan gelombang yang pertama dan siap untuk pelayanan gelombang kedua," ujar Zaenal.
Zaenal menegaskan, seluruh komponen terkait dengan proses persiapan layanan gelombang kedua sudah siap.
Harapannya, seperti juga harapan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU), Hilman Latif, semuanya bisa berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun.
Sebagai informasi, jumlah jemaah gelombang kedua yang akan diberangkatkan dari Makkah ke Madinah sekitar 109 atau 108 ribu jamaah.
Selama di Madinah, jemaah haji gelombang kedua akan melaksanakan salat Arba'in dan ziarah ke tempat-tempat bersejarah lainnya.
"Mereka ziarah di sekitar kota Madinah, baik ke Masjid Quba, Qiblatain, ziarah ke Makam Nabi Muhammad dan tempat-tempat lainnya, di samping juga salat 40 waktu di Masjid Nabawi," pungkas Zaenal.
BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA
Ibadah Haji 2023, Bandara Juanda Sukses Layani 88 Kloter Haji dari Jawa Timur |
![]() |
---|
Sosok Emil Salim Petugas PPIH Arab Saudi : Harus Bangkit Demi Tugas Negara di Tengah Kabar Duka |
![]() |
---|
Ibadah Haji 2023, Indonesia Berhasil Pertahankan Penghargaan dari Pemerintah Arab Saudi |
![]() |
---|
Sosok Rahmawati Putri Agustin, Jalan 18,6 Kilometer Keliling Masjid Nabawi Antar Jemaah Tersesat |
![]() |
---|
Sosok Nuari Azizah, Petugas PPIH Arab Saudi : Selalu Gemati Jadi Kunci Layani Jemaah Haji |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.