Berita Sidoarjo

Strandarisasi Layanan, Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Usul Pembentukan Holding untuk RSUD di Sidoarjo

Usulan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor atau Gus Muhdlor itu telah disampaikan ke pemerintah pusat dan diharapkan segera mendapat lampu hijau. 

Penulis: M Taufik | Editor: Christine Ayu Nurchayanti
Surya.co.id/M Taufik
Proyek pembangunan Gedung Pusat Terpadu RSUD Sidoarjo 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor atau Gus Muhdlor mengusulkan pembentukan holding manajemen pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkab Sidoarjo.

Usulan itu telah disampaikan ke pemerintah pusat dan diharapkan segera mendapat lampu hijau. 

Apabila dalam waktu dekat restu itu dikantongi, maka Kabupaten Sidoarjo bakal menjadi satu-satunya daerah yang pertama kali menerapkan sistem pengelolaan rumah sakit pemerintah dalam satu manajemen Holding Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD.

Melalui BLUD, diharapkan ada standarisasi layanan di semua rumah sakit milik pemkab.

Selain itu, pembentukan holding juga dinilai lebih efektif dan efisien. 

“Saat ini kita punya dua rumah sakit, RSUD Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo Barat dengan manajemen pengelolaannya sendiri-sendiri.

Baca juga: SOSOK Alim Markus Bos Maspion Group yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Gratifikasi Eks Bupati Sidoarjo

Dengan holding, maka cukup satu manajemen induk yang mengontrolnya.

Ini jauh lebih efektif dan yang paling penting standart pelayanan bisa terjaga," ujar Gus Muhdlor disela acara Groundbreaking pembangunan Gedung Pusat Terpadu RSUD Sidoarjo.

Gedung Pusat Terpadu RSUD Sidoarjo akan menjadi bangunan modern yang menawarkan fasilitas terkini dan teknologi canggih.

Proyek ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas. 

"Dengan adanya gedung baru ini kami berharap dapat meningkatkan status RSUD menjadi Rumah Sakit Tipe A dan memenuhi standar layanan yang lebih tinggi," kata Direktur Utama RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan. 

Pembangunan gedung baru ini menyerap anggaran sebesar Rp 70 Miliar.

Proyeknya ditarget rampung pada akhir Desember 2023.

Gedung ini akan dibangun tujuh lantai, di antaranya lantai satu dan dua untuk layanan Geriatri dan rehabilitas medik, selanjutnya lantai tiga dan empat untuk poli spesialis, dan lantai lima, enam, dan tujuh untuk pusat perkantoran RSUD Sidoarjo serta perkantoran Dewan Pengawas.

Di sisi lain, RSUD Sidoarjo juga sedang berusaha mengantongi sertifikasi Rumah Sakit Tipe A.

Jika target itu tercapai, maka Sidoarjo menjadi kabupaten satu-satunya di Indonesia yang memiliki rumah sakit dengan tipe A. 

Di Jawa Timur hanya ada tiga rumah sakit yang sudah Tipe A yakni RS dr Soetomo Surabaya, RS dr Saiful Anwar Malang, dan RSPAL dr Ramelan Surabaya. (ufi)

Baca juga: Bertemu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Warga Kecamatan Buduran Keluhkan Pertigaan Banjarsari

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved