Pemilu 2024
Kisah Caleg Milenial Keluar Masuk Gang Kampung Dengar Keluhan Warga
Bacaleg Milenial dari PDIP untuk DPRD Surabaya, Achmad Hidayat mengaku tertantang untuk totalitas berebut kursi dewan.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bacaleg Milenial dari PDIP untuk DPRD Surabaya, Achmad Hidayat mengaku tertantang untuk totalitas berebut kursi dewan.
Caleg pemula berusia 30 tahun ini, rela keluar masuk ke gang kampung-kampung di Surabaya, demi mensosialisasikan dirinya sebagai Bacaleg PDIP.
"Tantangan sekaligus konsekuensi. Hampir tiap malam saya usahakan menyapa warga. Baik lewat pertemuan kelompok maupun non formal, cangkrukan di pojok kampung," ucap Achmad pada Senin (19/6/2023).
Meski masih berusia muda, namun Achmad sudah masuk jajaran pengurus DPC PDIP Surabaya sebagai wakil sekretaris.
Alumnus Unesa ini, sudah dua tahun terakhir menyiapkan kerja elektoral dengan membentuk relawan Seduluran Achmad.
Mantan pengurus BEM Unesa dan aktivis GMNI ini, terus bergerak mendekati warga. Keluar masuk gang kampung pun dilakukan agar tetap dekat dengan warga. Tidak datang hanya saat butuh menjelang coblosan.
"Pemilih Surabaya itu cerdas," kata Achmad.
Selepas kuliah, pria kelahiran 10 Oktober 1993 ini, bekerja sebagai tenaga administrasi di DPRD Surabaya. Kemudian, dipercaya menjadi tenaga ahli salah satu anggota DPR RI. Dilanjutkan menjadi Tenaga Ahli di Fraksi PDIP DPRD Surabaya sampai sekarang. Juga tenaga ahli Wakil Wali Kota Surabaya.
Melalui kerja keras dan totalitasnya, Achmad kini menjadi pengurus DPC PDIP. Sejalan dengan bidang tugasnya, Achmad yang tergolong masih muda memutuskan maju sebagai caleg PDIP.
"Setelah menjadi pengurus PDIP Surabaya, saya selalu mengikuti pesan Ketua Umum DPP PDIP Ibu Megawati, harus membersamai warga. Menangis tertawa bersama rakyat. Ini yang saya praktikkan," tandas Achmad.
Caleg Milenial ini, kini kian termotivasi begitu turun ke tengah-tengah warga. Setelah mendapat izin dari RT dan RW di kampung-kampung, Seduluran Achmad pun bergerak dengan agenda sapa warga. Biasanya digelar di balai-balai RW.
Achmad pun datang meminta waktu warga untuk berkumpul di balai RW. Biasanya digelar malam selepas isya.
Seperti yang dilakukan Achmad di Gang Krampung, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya pada Minggu (18/6/2023) malam.
Achmad besar dari keluarga dari kalangan warga biasa. Bahkan selama menempuh pendidikan, dia kerap tidak diikutkan kegiatan sekolah lantaran berbayar. Dia masih ingat saat dirinya menjadi olok-olokan sesama anak OSIS di SMP.
"Celana putih yang saya pakai adalah celana Bapak saya. Warnanya putih kulu-kulu. Putih mangkak. Semula celana panjang terus dipotong dan saya pakai," kenang Achmad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Achmad-Hidayat-2162023.jpg)