Mahasiswi Ubaya Dibunuh

Polisi Beber Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Ubaya, Jasad Korban Dimasukkan ke dalam Koper

Kronologi lengkap terbunuhnya mahasiswi Ubaya, Angeline Nathania (22) di tangan guru lesnya, Rochmat Bagus Apriatma (41) diungkap kepolisian.

|
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Rochmat Bagus Apriatma (41), pembunuh mahasiswi Ubaya Angeline Nathania (22), saat diamankan petugas kepolisian. 

Rochmat mengajak Angeline bertemu orang yang disebut-sebut menerima gadai mobil. Angeline marah, memberontak ingin pulang.

"Pukul 14.30, mobil yang mereka naiki berhenti di sekitar jalan kawasan Kebun Bibit, Mulyorejo. Mereka bertengkar. Kejadian ini diketahui warga sekitar," ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce, Jumat (9/6/2023).

Angeline saat itu marah kepada Rochmat, ia mencela kelakuan tersangka.

Hal tersebut rupanya membuat Rochmat emosi, tangan Angeline diikat ke belakang lalu lehernya dicekik.

Tak sampai di situ, leher Angeline dijerat dengan sabuk pinggang hingga tewas. Praktis, Angeline meninggal di dalam mobil.

"Lalu tersangka pergi ke rumah mertuanya, mengambil koper dan sempat membeli tali rapping. Korban dibungkus dengan plastik wrapping," terang Pasma.

Sekitar pukul 20.30, Rochmat memutuskan membuang jenazah Angeline di luar kota Surabaya.

Semula hendak dibuang di Batu. Namun, karena di sana tidak ada tempat sepi, akhirnya perjalanan dilanjutkan ke arah Cangar, Mojokerto.

Akhirnya pelaku memutuskan membuang jenazah di kawasan hutan Gajah Mungkur.

Setelah kejadian tersebut, Rochmat menggadaikan mobil milik kakak Angeline ke salah seorang teman di Pasuruan dengan nominal Rp 25 juta.

Handphone Angeline dan miliknya dibuang. Lalu, Rochmat sembunyi dengan cara tinggal di sebuah indekos di Kota Malang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved