Senin, 8 Juni 2026

PILPRES 2024

Profil Para Bakal Cawapres Pendamping Ganjar, Hasil Penjaringan PDIP

Berikut profil para bakal calon wakil presiden (bacawapres) hasil penjaringan DPP PDIP yang akan diganengkan dengan Capres, Ganjar Pranowo.

Tayang:
Editor: Suyanto
Istimewa
Posko "Ganjar Presiden" diluncurkan di kampung Krembangan Bakti yang padat penduduk, Kemayoran, Surabaya. 

SURYA.co.id I JAKARTA - Berikut profil para bakal calon wakil presiden (bacawapres) hasil penjaringan DPP PDIP yang akan diganengkan dengan Capres, Ganjar Pranowo.

Deretan nama itu bakal cawapres yang diumumkan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023).

"Pencawapresan, nama kan banyak ada sepuluh. Kalau boleh saya sebut yang ada di media, Pak Mahfud sudah masuk namanya, Pak Erick Thohir, Pak Ridwan Kamil, Pak Sandiaga Uno. Kemudian ada Pak AHY ya kan? Pak AHY, Pak, sopo lagi, Mas? Pak Airlangga, ya kan?" kata Puan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023).

"Nama-nama itu semuanya tentu punya kelebihan-kelebihan yang nantinya akan dipertimbangkan," ujarnya.

Berikut profil singkat mereka.

1. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD

Sosok Mahfud MD yang mencium gerakan bawah tanah pro Ferdy Sambo
Sosok Mahfud MD  (Tribunnews/Herudin)

Mahfud MD lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur pada 13 Mei 1957.

Dikutip dari situs resmi Mahkamah Konstitusi (MK) dan Kemenko Polhukam, ia memiliki dua gelar S1 dari kampus yang berbeda.

Mahfud MD adalah lulusan S1 Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Saat menempuh studi di UII, Mahfud MD juga berkuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan Jurusan Sastra Arab di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca juga: PDIP Jaring 10 Nama Bacawapres untuk Ganjar, Ada Ketua Umum Demokrat AHY

Setelahnya, ia melanjutkan studi Magister dan Doktor di UGM.
Sejak 1984, Mahfud MD dikenal sebagai staf pengajar dan Guru Besar Fakultas Hukum UII.

Ia saat ini menjabat sebagai Menko Polhukam periode 2019-2024.
Sebelumnya, Mahfud MD pernah menjadi Ketua MK periode 2008-2013.

Ia juga tercatat pernah menduduki kursi dua menteri, yaitu Menteri Pertahanan (2000-2001) dan Menteri Kehakiman dan HAM (2001).

Mahfud MD juga pernah menjadi wakil rakyat pada 2004-2008 dengan menjabat sebagai anggota Komisi III (2004-2006 dan 2007-2008), Komisi I (2006-2007), dan Wakil Ketua Badan Legislatif DPR RI (2007-2008).

Selain berpolitik, Mahfud MD juga dikenal sebagai akademisi.

Ia aktif mengajar di sejumlah universitas, seperti UII, UGM, UI, dan lebih dari 10 universitas lainnya pada program pascasarjana S2 dan S3.

Mahfud MD diketahui mengajar mata kuliah Politik Hukum, Hukum Tata Negara, serta Negara Hukum dan Demokrasi.

Ia tercatat sebagai dosen tetap Fakultas Hukum UII pertama yang meraih gelar doktor pada 1993.

Bahkan, ketika usianya masih 41 tahun, ia telah dikukuhkan menjadi Guru Besar UII.

Hal ini menjadikannya sebagai guru bersa termuda pada masanya bersama Yusril Ihza Mahendra.

Selain itu, Mahfud MD juga pernah menjadi Rektor Universitas Islam Kadiri selama tiga tahun (2003-2006).

Sebagai informasi, Mahfud MD saat ini menjabat sebagai Plt Menteri Komunikasi dan Informatika pasca Johnny G Plate ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek Base Transceiver Station (BTS).

2. Menteri BUMN, Erick Thohir

Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat meninjau Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (6/6/2023).
 Erick Thohir selaku Ketua PSSI, saat meninjau Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (6/6/2023). (surya.co.id/habibur rohman)

Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970.

Erick adalah teman masa kecil hingga remaja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, lantaran keduanya satu sekolah sejak SD sampai SMA.

Dilansir situs resmi BUMN, Erick merupakan lulusan Gelndale University tahun 1990.

Ia juga lulusan National University tahun 1993.

Baca juga: Erick Thohir Akui Baru Bertemu Jokowi Bahas Program Berkelanjutan, Terkait Cawapres?

Jauh sebelum terjun ke dunia politik, Erick Thohir telah memulai kariernya sebagai pebisnis.

Bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana, dan R Harry Zulnardy, Erick mendirikan bisnis media bernama Mahaka Group.

Di tahun 2001, Mahaka di bawah kepemimpinan Erick mengakuisisi harian Republika yang akan bangkrut.

Keseriusannya dalam berbisnis di bidang media membawa Erick Thohir berguru pada pendiri harian Kompas, Jacob Oetama dan pemilik Jawa Pos, Dahlan Iskan.

Tujuh tahun mendirikan Mahaka, Erick kemudian ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media sampai 30 Juni 2008.
Di tahun yang sama, ia mendirikan tvOne dan situs berita VivaNews bersama Anindya Bakrie.

Setelah itu, Erick menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri untuk Kamar Dagang Industri (KADIN).

Selain menjadi pebisnis, Erick Thohir juga terlibat dalam organisasi olahraga.

Ia pernah menjadi Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) mulai 2006 hingga 2014.
Erick juga pernah menjabat sebagai Wakil Komisaris Persib Bandung.

Bahkan, ia sempat membeli saham dari tim basket Philadelphia 76ers dan klub sepak bola Inter Milan.
Namanya semakin moncer setelah menjabat Presiden Klub Inter Milan menggantikan Massimo Marrati pada 2013.

Kecintaannya pada olahraga masih terlihat sampai saat ini, bahkan Erick terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.

Diketahui, Erick Thohir dilantik sebagai Menteri BUMN oleh Presiden Jokowi pada 23 Oktober 2019.


3. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Simak rangkuman fakta Guru Honorer Kritik Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.  (Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam)

Gubernur Jawa Barat ini lahir pada 4 Oktober 1971 di Bandung, Jawa Barat.
Ridwan Kamil adalah lulusan S1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1995.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini kemudian mendapat beasiswa sehingga bisa melanjutkan S2 di University of California.

Sambil berkuliah, Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley.

Dua tahun setelah pulang dari Amerika, ia mendirikan Urbane, firma yang bergerak di bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain.

Ridwan Kamil juga menyambi sebagai dosen tidak tetap di Teknik Arsitektur ITB.

Firma arsitektur milik Ridwan Kamil ini tak tanggung-tanggung dalam menggarap proyek.

Urbane pernah terlibat dalam proyek luar negeri seperti Syria Al-Noor Ecopolis di Suriah dan Suzhou Financial District di China.

Karier politik Ridwan Kamil dimulai saat bergabung pada 2013, saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung.

Ia diusung oleh PKS dan Gerindra bersama Oded Muhammad Danial.

Keberhasilannya memimpin Kota Bandung membuat ayah tiga anak ini dilirik sejumlah partai untuk dijadikan calon Gubernur Jabar.

Tahun 2018, Ridwan Kamil diusung PPP, PKB, dan NasDem, maju bersama UU Ruzhanul Ulum, dalam Pilgub.

Kang Emil dan Uu berhasil memenangkan kursi nomor satu di Jabar setelah meraih 32,88 persen suara.


4. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno

Sandiaga Uno saat hadir dalam wawancara eksklusif Tribun Network. Ia menjawab Soal Isu Mundur Dari Gerindra Gara-gara Dorongan Jokowi.
Sandiaga Uno saat hadir dalam wawancara eksklusif Tribun Network.  (youtube Tribunnews)


Ia satu sekolah bersama Erick Thohir sejak SD di PKSD, SMP 12 Wijaya Jakarta Selatan, dan SMA Katolik.

Setelahnya, Sandi melanjutkan studinya ke Wichita State University di Kansas, Amerika, dikutip dari situs Kemenparekraf.

Tahun 1992, Sandiaga Uno melanjutkan kuliah pascasarjana di George Washington University.

Lulus S1, Sandi pernah bekerja di Bank Summa milik William Soeryadjaya selama tiga tahun.

Pada 1993, Sandi memilih pindah ke Singapura dan bekerja di Seapower Asia Investment Limited, dikutip dari situs resmi Kemenparekraf.

Dari Seapower, ia berpindah ke MP Holding Limited Group Singapura.

Setelahnya, ia pindah ke Kanada dan bekerja di NTI Resources Limited hingga tahun 1998.

Pasca-dari Kanada, Sandi memilih pulang ke tanah air dan bergabung dengan PT Recapital (1997-2007) dan PT Saratoga Investama Sedaya (1997-2015).

PT Saratoga Investama Sedaya itu didirikan Sandiaga Uno bersama rekannya, Edwin Soeryadjaya, dan bergerak di bidang telekomunikasi, pertambangan, dan kehutanan.

Kesuksesan Sandi sebagai pengusaha membawanya menjadi orang terkaya di Indonesia ke-85 pada 2018 menurut majalah Asia Globe.

Karier politiknya dimulai saat ia dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 bersama Anies Baswedan.

Namun, belum genap satu periode, Sandi mundur dari jabatannya sebagai Wagub DKI Jakarta karena menjadi cawapres bersama Prabowo Subianto dalam Pemilu 2019.

Pada 23 Desember 2020, Sandiaga Uno dilantik sebagai Manparekraf baru menggantikan Wishnutama.

5. Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

PIDATO KEBANGSAAN – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato kebangsaan di hari kedua Rapimnas Partai Demokrat, di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (16/9/2022).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  (DPP Partai Demokrat)

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 10 Agustus 1978.
Dilansir situs resmi Demokrat, AHY merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara tahun 1997.

Saat kelulusannya, AHY meraih Garuda Trisakti Tarunatama Emas, predikat sebagai lulusan terbaik.

Ia kembali meraih penghargaan pada 1999, yaitu medali Tri Sakti Wiratama.

Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi kolektif dalam bidang akademik, kejasmanian fisik, dan kepribadian.
Prestasi tersebut membuat AHY terpilih menjadi Komandan Resimen Korps Taruna.

Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan lulus tahun 2000.

Baca juga: Nama AHY Masuk Bursa Cawapres Ganjar Pranowo, Demokrat: Ini Surprise

Lagi-lagi AHY mendapatkan predikat lulusan terbaik dari Akmil dan meraih Bintang Adi Makayasa.
Sebelum terjun ke dunia politik, AHY telah berkarier sebagai TNI AD selama 16 tahun.

Ia bergabung dengan Kostrad selepas lulus dari Akmil.

Di tahun 2002, ia ditunjuk sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak yang ditugaskan dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh.

Selesai bertugas di Aceh, ia tergabung dalam Operasi Kontingen Garuda XXIII-A dalam misi menjaga perdamaian di sepanjang perbatasan Israel dan Lebanon Selatan, sebagai perwira seksi.

Atas dedikasinya selama penugasan, AHY dianugerahi Army Service Distinction Medal dari pimpinan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Di tahun 2016, ia ditugaskan menjadi Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kemuning.

Meski termasuk prajurit berprestasi, AHY tidak berhenti belajar.

Ia menempuh pendidikan formal dan kini tercatat memiliki tiga gelar Master, yaitu Master of Science dari Nanyang Technological University (2006), Master in Public Administration dari Harvard University (2010), dan Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University (2015).

Karier AHY sebagai prajurit TNI AD terhenti lantaran ia maju Pilgub DKI Jakarta 2017, namun gagal.
Sejak saat itu, ia aktif berpolitik di Demokrat.

Pada 15 Maret 2020, AHY didaulat menjadi Ketua Umum Demokrat setelah mendapat dukungan dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

 

SUMBER: Tribunnews.com. KLIK DISINI

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved