Senin, 13 April 2026

Berita Banyuwangi

Dua Negara Ini Butuh Banyak Perawat dari Indonesia, Warga Banyuwangi dan Sekitarnya Berminat?

Dua negara membuka banyak lowongan kerja perawat asal Indonesia. Ada ratusan lowongan yang dibutuhkan dalam setahun. Berikut informasi lengkapnya

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Kantor P4MI Banyuwangi 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Dua negara membuka banyak lowongan kerja perawat asal Indonesia. Ada ratusan lowongan yang dibutuhkan dalam setahun.

Koordinator Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Banyuwangi Fery Meryanto menjelaskan, dua negara tersebut adalah Jepang dan Jerman.

"Yang terbaru itu Jerman. Jerman dan Jepang ini fokus karena kualifikasinya (yang dicari) adalah ners (perawat)," kata Fery, Jumat (2/6/2023).

Ia menjelaskan, program tersebut masuk dalam skema penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri dengan sistem goverment to goverment.

Sebenarnya, ada tiga negara tujuan. Satu lainnya, yakni Korea Selatan. Hanya saja, kualifikasi yang dibutuhkan di negara tersebut adalah bidang perikanan.

Untuk kualifikasi perawat di Jerman dan Jepang, Fery mengatakan, pihaknya tengah mensosialisasikannya ke sekolah-sekolah keperawatan yang ada di wilayahnya.

Pada akhir pekan lalu, pihaknya mendatangi Universitas dr Soebandi di Jember dan Stikes Banyuwangi.

"Kuotanya untuk di Jerman itu 500 tenaga kerja untuk saat ini secara nasional. Di Jepang jumlahnya juga banyak, ada ratusan," tambahnya.

Ia menjelaskan, pendaftaran lowongan kerja di luar negeri itu dilakukan dalam beberapa tahap. Untuk tujuan Jepang, batas akhir pendaftaran pada Juli 2023.

"Untuk Jerman, yang kemarin baru tutup. Tapi nanti buka lagi untuk Agustus," tambahnya.

Menurut Fery, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi pendaftar program itu. Salah satunya, perawat harus memiliki surat tanda registrasi atau STR.

Di negara tujuan, mereka akan bekerja di rumah sakit dengan jangka kontrak tiga tahun.

"Kalau di Jerman, gajinya per bulan sekitar Rp 25 juta sudah potong pajak. Kalau di Jepang sekitar Rp 20 juta," tuturnya.

Perawat asal Banyuwangi, Jember, dan sekitarnya yang berminat bisa mendaftarkan diri ke P4MI Banyuwangi.

Fery menyebut, pada tahun-tahun sebelumnya, peminat program penempatan kerja di luar negeri asal melalui skema goverment to goverment asal Banyuwangi relatif sedikit.

Ia berharap, akan lebih banyak perawat di wilayah tersebut yang bakal mendaftar dan bersaing dengan perawat-perawat dari daerah lain untuk bekerja di negara tujuan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved