Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Update Kasus Pembunuhan Subang yang Belum Banyak Orang Tahu, Dokter Hastry Minta Maaf
Setelah dua tahun, belum ada kejelasan mengenai kasus pembunuhan di Subang, yang menewaskan ibu dan anak itu.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Setelah dua tahun, belum ada kejelasan mengenai kasus pembunuhan di Subang, yang menewaskan ibu dan anak itu.
Bahkan kini, lokasi TKP pembunuhan sudah tidak dipasang police line dan ditinggali oleh saksi kunci kasus tersebut.
Sebelumnya, Dokter Hastry, ahli forensik yang menangani kasus pembunuhan Subang telah angkat bicara mengenai alasan belum terungkapnya tersangka.
Padahal kasus ini sudah berada dalam penanganan Polda Jabar dan Mabes Polri, alih-alih diselesaikan oleh Polres Subang.
Dokter Hastry juga meminta maaf dan mengaku rela dipindahkan ke kamar mayat, jika memang kasus ini gagal terungkap.
Melansir Tribun Bogor, Dokter Hastry mengaku menemukan adanya DNA asing selagi memeriksa kasus tersebut.
Namun DNA tersebut tidak cocok dengan saksi kasus Subang.
Baca juga: KASUS SUBANG TERBARU, Pernyataan Tegas Yosef Disorot Lagi, Yoris Kembali Dicurigai Karena Ini
"Memang dari awal tidak ada DNA yang cocok dengan klien saya. Kalau memang dari awal cocok pasti perkara ini sudah ada penetapan tersangka," kata kuasa hukum Yosef, Rohmad Hidayat saat diwawancara TribunnewsBogor.com.
Dalam ungkapannya, Dokter Hastry merekomendasikan Tim Cyber melacak sinyal handphone yang terakhir aktif sebelum kejadian.
Dari hasil otopsi, kata Dokter Hastry Tuti diperkirakan tewas pukul 02.00 WIB sampai 04.00 WIB.
Sedangkan Amalia Mustika Ratu tewas di pukul 04.00 WIB sampai 06.00 WIB.
Rohman menekankan Yosef terakhir melakukan komunikasi dengan Tuti dan Amalia secara langsung.
"Merunut klien saya dari rumah bu Mimin ke TKP, baik sinyal maupun video itu sesuai keterangan pak Yosef. Itu aja komunikasi (saat pamit)," kata Rohman Hidayat.
Rohman mengatakan kasus Subang tak kunjung terungkap sebagai bukti ketidakseriusan Polres Subang menangani.
"Kapolres Subang gagal menangani ini makanya diambilalih Polda Jabar. Polda Jabar hanya menerima sisa, yang mengolah TKP awal kan Polres," kata Rohman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Update-Kasus-Pembunuhan-Subang-yang-Belum-Banyak-Orang-Tahu-Dokter-Hastry-Minta-Maaf.jpg)