Berita Sidoarjo

Tarif Pengiriman Sampah ke TPA Mahal, Ratusan Pekerja Jasa Angkut Sampah Demo di Pendopo Sidoarjo

Sambil membawa gerobak, truk dan berbagai angkutan sampah, ratusan orang pekerja jasa angkut sampah menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Sidoarjo

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Ratusan pekerja jasa angkut sampah menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Sidoarjo, Selasa (16/5/2023). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Sambil membawa gerobak, truk dan berbagai angkutan sampah, ratusan orang pekerja jasa angkut sampah menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Sidoarjo, Selasa (16/5/2023).

Mereka meminta Peraturan Bupati (Perbup) Sidoarjo nomer 116, 117 dan 118 tentang layanan tarif angkutan sampah untuk direvisi.

Aturan yang sudah diberlakukan DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Sidoarjo itu, dianggap merugikan para pekerja jasa angkut sampah.

Mereka protes, karena aturan itu membuat tarif pengiriman sampah ke TPA sangat mahal. Mencapai Rp 150.000 sampai Rp 180.000 per ton, tergantung radius.

Selain itu, mereka juga protes tarif pemrosesan sampah. Karena jika sampah tidak terpilah, dikenakan biaya Rp 150.000 per ton.

“Kami sudah susah, jangan dibuat tambah susah dengan aturan-aturan yang memberatkan itu,” kata Hadi Purnomo, koordinator aksi dalam orasinya.

Setelah menggelar orasi sambil membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi protes, perwakilan para pendemo akhirnya ditemui Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.

Di Pendopo Sidoarjo, Bupati Gus Muhdlor mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam penanganan sampah di Kota Delta. Termasuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan sampah yang ada.

Bupati mengaku siap melakukan revisi terhadap Perbup yang dikeluhkan oleh paguyuban Tempat Pengolahan Sampah Terpatu (TPST) tersebut.

“Revisi itu dilakukan sebagai win-win solution atau jalan tengah dalam mengatasi masalah persampahan di Sidoarjo,” kata Gus Muhdlor.

Disebutnya, bahwa latar belakang dibuatnya perbup sampah tersebut untuk mengurangi volume sampah yang ada di TPA Jabon.

Sampah yang dikirim di TPA Jabon, saat ini sudah overload, sudah mencapai 600 ton per hari.

Bila hal itu dibiarkan terus, maka umur TPA Jabon diprediksi hanya mampu bertahan 5 tahun.

Pada pertemuan tersebut disepakati dua hal. Pertama perbup sampah akan direvisi terkait penetapan tarif yang dinilai memberatkan dan yang kedua disepakati bahwa para pengelola TPST harus berkomitmen mengelola sampah di TPST, sehingga sampah yang dikirim ke TPA Jabon berkurang.

“Tidak ada menang-menangan, semua duduk bersama mencari solusi terbaik mengatasi masalah sampah Sidoarjo. Saya minta pengelola sampah yang tergabung dalam paguyuban TPST berkomitmen untuk mengelola sampah di TPSP masing-masing, paling tidak yang dikelola capai 60 persen dan sisanya yang sudah tidak bisa dikelola dikirim ke TPA Jabon,” urai Gus Muhdlor.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved