Rabu, 29 April 2026

Berita Lamongan

Kemelut Universitas Islam Lamongan Berlanjut, Puluhan Pejabat Rektorat dan Dekan Dicopot

Setelah Rektor Universitas Islam Lamongan Bambang Moeljono dilengserkan dari kedudukannya, kini sejumlah dekan juga ikut dicopot.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Masjid Muhadlaratul Afkar di kompleks Kampus Unisla tempat digelarnya acara halal bihalal yang dilanjutkan dengan pencopotan puluhan pejabat rektorat dan dekan, Selasa (2/5/2023). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Universitas Islam Lamongan (Unisla) terus melakukan 'bersih-bersih' di internal lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Islam (YPPTI) Sunan Giri itu.

Setelah Rektor Unisla, Bambang Moeljono dilengserkan dan digantikan oleh Pj Rektor, Dody Eko Wijayanto, kini sejumlah dekan juga dicopot.

Pencopotan 27 jabatan dari rektorat, pasca sarjana dan 5 dekan, kepala biro administrasi umum keuangan dan kepegawaian hingga wakil direktur ponpes dilakukan bersamaan dengan digelarnya acara halal bihalal yang digelar di Masjid Muhadlaratul Afkar di lingkungan kampus, Selasa (2/5/2023) siang.

Informasi yang berkembang, pencopotan 27 jabatan tersrbut diduga karena mereka membangkang dan tidak sejalan dengan keputusan dan kebijakan yayasan terkait dengan pergantian rektor pada Rabu (5/4/2023).

Pencopotan puluhan jabatan di rektorat itu, dilakukan dan dipimpin oleh Ketua YPPTI Sunan Giri, Wardoyo.

Keputusan YPPTI Sunan Giri itu, juga dinilai sebagian pihak sangat prematur yang dikaitkan dengan proses pergantian jabatan rektor.

Sementara itu, Ketua YPPTI Sunan Giri, Wardoyo saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID menegaskan, pencopotan tersebut sama sekali bukan karena sentimen atau buntut pergantian rektor.

"Pergantian pejabat di satu lembaga itu biasa saja, " ujar Wardoyo.

Menurutnya, pimpinan mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga ini. Dan dasar pemikirannya adalah tetap ingin menuju ke kualitas yang lebih baik lagi.

"Kalau kemarin biasa-biasa, kemudian baik sekali, maka kami memperhitungkan ingin menuju yang unggul, " ungkapnya.

Wardoyo kembali menegaskan, bahwa pergantian di lembaga yang dipimpinnya itu sama sekali tidak terkait dengan proses pergantian rektor.

Apa yang dilakukan yayasan sejatinya hal yang wajar sebagai bentuk penyegaran.

"Jadi gak boleh jabat terlalu lama sampai puluhan tahun. Pergantian itu biasa untuk menuju kualitas universitas yang lebih baik dan unggul, " katanya.

Sementara itu, Pj Rektor Unisla, Dody Eko Wijayanto dikonfirmasi menyatakan, bahwa pergantian dan pencopotan puluhan jabatan di Unisla sepenuhnya menjadi wewenang yayasan.

"Kalau saya kan hanya petugas yayasan," katanya singkat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved