Berita Lamongan
Tenaga Medis Berpelat Merah di Lamongan Tunda Liburan Idul Fitri 1444 H
Sebagian tenaga medis di Lamongan, menunda masa liburnya pada Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah atau Lebaran 2023.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Rahadian Bagus
SURYA.co.id lLAMONGAN - Sebagian tenaga medis di Lamongan, menunda masa liburnya pada Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah atau Lebaran 2023.
Sebab, layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan dan seluruh Puskesmas dipastikan tetap beroperasi untuk melayani masyarakat.
"Seluruh tenaga medis, termasuk dokter di RSUD dr Soegiri Lamongan juga tetap siaga selama libur lebaran Idul Fitri 1444 H. Dan bisa dipastikan itu berjalan setiap tahun, " kata Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, Mohammad Chaidir Annas saat dikonfirmasi Surya.co.id, Minggu (23/4/2023).
Dan selama libur lebaran itu, kata Annas, hanya poli rawat jalan yang libur. Sementara rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap berjalan seperti biasa.
"Selama libur lebaran dokter di RSUD dr Soegiri semua disiagakan, hanya poli rawat jalan yang libur. IGD dan rawat inap tetap berjalan seperti biasa," ungkap Annas.
Tidak ada alasan bagi dokter untuk mengambil libur cuti lebaran. Mereka setiap saat harus siap melayani pasien yang datang di rumah sakit plat merah tersebut yang harus memberikan pelayanan pada masyarakat.
Baru pada gilirannya nanti usai libur panjang Idul Fitri, tenaga medis di RSUD bisa diatur cara mengambil cuti liburnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat mengungkapkan, selama liburan panjang Idul Fitri 1444 H, semua Puskesmas di Lamongan juga tetap buka melayani pasien seperti hari biasa.
Karena semua Puskesmas di Lamongan ada rawat inapnya. Yaitu tetap melayani rawat inap maupun rawat jalan layaknya hari-hari biasa. " Kalau UGD di Puskesmas tentu siaga setiap hari juga, " ungkapnya.
Selama cuti lebaran tahun ini, seluruh dokter dan perawat yang tersebar di seluruh Puskesmas di Lamongan tetap siaga dan memberikan pelayanan. Bahkan juga oncall.
"Kesiagaan para dokter dan perawat ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) selama cuti lebaran seperti, kecelakaan lalu lintas, keracunan atau kejadian lainnya," ungkap Taufik.
Kesiapsiagaan para dokter dan perawat ini, menurut Taufik, diperlukan untuk menghadapi arus mudik dan balik lebaran yang diprediksi akan mengalami lonjakan arus lalulintas yang luar biasa setelah pandemi Covid-19.
Maka, ketika ada kejadian luar biasa, mereka bisa segera mengatasinya. Dari 33 puskesmas yang ada di Lamongan, sudah memiliki fasilitas Unit Gawat Darurat dan mobil ambulans yang siap untuk digunakan selama mudik dan arus balik.
Selain membuka semua Puskesmas dan menyiagakan tenaga medis, pihaknya juga membuat posko pelayanan kesehatan yang didirikan di pos pelayanan dan pos keamanan lebaran yang sudah dilengkapi dengan obat-obatan yang didirikan bersama petugas kepolisian.
Sementara itu Kadis Infokom Lamongan, Sugeng Widodo mengatakan, Lamongan juga tetap membuka Layanan administrasi kependudukan selama libur lebaran.
Tetap dibukanya layanan administrasi kependudukan ini untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pelayanan warga Lamongan yang mudik.
"Dengan kebijakan ini, para perantau yang hendak memperbarui dokumen kependudukan tetap terlayani dengan baik. Monggo," pungkasnya.
Ibu-ibu di Kabupaten Lamongan Diajak Siapkan Generasi Masa Depan Bermoral dan Berkarakter |
![]() |
---|
Bantu Bibit Untuk Penanaman Pekarangan Pangan Bergizi, Polres Lamongan Wujudkan Swasembada Pangan |
![]() |
---|
Pemakaman Polisi yang Tewas saat Cek BBM Ilegal di Kalimantan Timur Khidmat, Anak Korban Histeris |
![]() |
---|
Mendapat Bantuan Pupuk Non Subsidi dari Pemkab Lamongan, Petani Tambak Sumringah |
![]() |
---|
Lamongan Siaga Merah, Air Sungai Bengawan Solo Meluber Genangi Pemukiman Warga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.