Kamis, 28 Mei 2026

Berita Surabaya

Kronologi Rumah Juru Kunci Makam di Surabaya Terbakar

Kebakaran terjadi di Surabaya. Kalai ini sebuah rumah milik Juru Kunci 'Kuncen' Makam Islam Menanggal, Surabaya

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Luhur Pambudi
Saat Tim Inafis Polrestabes Surabaya bersama anggota Unit Reskrim Polsek Gayungan yang dikomandoi langsung Iptu Djoko, selaku kanit reskrim melakukan olah TKP di lokasi kebakaran, Jalan Menanggal Gang 5, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya terbakar, Jumat (21/4/2023) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebakaran terjadi di Surabaya. Kalai ini sebuah rumah milik Juru Kunci 'Kuncen' Makam Islam Menanggal, Surabaya Sukaji (57), di Jalan Menanggal terbakar, Jumat (21/4/2023).

Tim Inafis Polrestabes Surabaya didampingi oleh anggota Unit Reskrim Polsek Gayungan yang dikomandoi langsung Iptu Djoko, selaku kanit reskrim melakukan olah TKP di lokasi.

Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, terdapat tujuh truk pemadam kebakaran dikerahkan memadamkan objek kebakaran di lokasi.

Menurut anak pertama korban Nanang Sugianto, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat itu, ayahanda dan dirinya sedang membersihkan area makam tempat ayahnya berjaga.

Makam tersebut bersebelahan langsung dengan dinding rumah Sukaji pada sisi barat.

Hanya berjarak tak lebih dari 30 langkah kaki orang dewasa, antara rumah Sukaji dan pintu gerbang utama makam.

Entah bagaimana mulanya, ditengah aktivitas menyapu dan membersihkan sampah dedaunan kering dan plastik di kompleks makam tersebut.

Nanang dan ayahandanya dikagetkan dengan kepulan asap warna hitam yang disertai dengan nyala api yang membara dari area tengah bangunan rumah.

"Tidak ada korban, karena rumah kosong. Abah saya juru kunci makam. Sudah lebih dari 50 tahun," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.

Ayahanda Nanang itu sempat panik bahkan juga memaksakan untuk mencoba masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan beberapa benda berharga di dalamnya.

Namun karena kobaran api begitu cepat membesar, mengamuk lalu melumat semua benda di dalam rumah.

Nanang lantas berupaya sekuat tenaga menghalangi sang ayahanda yang begitu nekat. Sampai-sampai, ia terpaksa harus menyeret tubuh sang ayahanda yang berpostur dua kali lebih besar dari tubuhnya.

"Abah mau masuk ke dalam ambil benda benda penting, enggak saya bolehin, langsung saya seret keluar," jelasnya.

Kebakaran tersebut melumat hampir sebagian besar ruangan bangunan utama rumah. Seperti kamar, dapur, ruang tamu. Bahkan ruang penyimpanan perkakas pemulasaraan jenazah; keranda mayat, juga terbakar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved