Ramadhan 2023

Allahumma Innaka Afuwwun Karim Dibaca 10 Hari Terakhir Ramadhan untuk Doa Lailatul Qadar

Allahumma Innaka Afuwwun Karim Tuhibbil Afwa Fa'fu Anna merupakan doa malam Lailatul Qadar Rasulullah SAW.

|
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Tribun Wow
Ilustrasi - Allahumma Innaka Afuwwun Karim Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan untuk Amalan Lailatul Qadar 

Artinya, “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengerti sebuah malam itu adalah lailatul qadar. Bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR lima imam Hadits kecuali Imam Abu Dawud. Hadits ini diakui shahih oleh Imam A-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

Di sisi lain, bagaimana sebenarnya cara mendapat malam lailatul qadar seperti yang dianjarkan Rasulullah?

KH Quraish Shihab menjelaskan tentang pesan Rasulullah tentang datangnya bulan Ramadan.

"Ada satu riwayat yang disembahkan kepada rasulullah SAW, bahwa beliau berkhotbah menjelang kehadiran bulan Ramadhan.

Beliau bersabda, akan segera datang kepada kalian, bulan Ramadhan," kata KH Quraish Shihab, dikutip dari tayangan Mutiara Hati di kanal YouTube Surya Citra Televisi (SCTV).

Dijelaskan, Rasulullah menyebut kebaikan-kebaikan yang menyertai Bulan Ramadan.

"Di sana ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, ada empat hal yang menjadikan Allah ridho kepadamu, dan jangan sampai kalian tidak meraihnya," ungkapnya.

Adapun dua di antara empat hal yang menjadikan Allah ridho itu, adalah memperbanyak syahadat untuk memperbaharui iman, serta beristigfar.

Sementara dua yang lainnya adalah jangan sampai tidak meraih surga dan terhindar dari neraka-Nya.

KH Quraish Shihab kemudian menceritakan Rasulullah memiliki pesan untuk umatnya dalam menghadapi Lailatul Qadar.

"Berpagi-pagi, saya ingin menggarisbawahi pesan rasul bahwa di bulan ramadhan ini ada malam yang lebih mulia dari seribu bulan," ceramah Quraish Shihab.

Ia pun menjelaskan bahwa rasul menganjurkan untuk tidak menunggu waktu tertentu untuk meraih Lailatul Qadar.

Persiapan menyambut malam lailatul qadar yang baik adalah dimulai sejak awal Ramadan.

"Jangan bersiap untuk menghadapi Lailatul Qadar itu nanti pada malam 17 atau 27. Tidak. Sejak sekarang kita mempersiapkan diri menyambutnya. Karena malam itu tidak akan hadir kepada kita kecuali kalau yakin bahwa persiapan kita telah cukup," terang KH Quraish Shihab.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved