Berita Surabaya

Perbesar Peluang Siswa Diterima, Dindik Surabaya Siapkan Zonasi Khusus Pada PPDB SMP Tahun Ini

Mengakomodasi wilayah kecamatan yang belum memiliki sekolah, Dinas Pendidikan Surabaya menyiapkan dua sistem zonasi untuk PPDB SMP tahun ini.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya menyiapkan dua sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tahun ini.

Masing-masing jalur, akan mengakomodasi wilayah kecamatan yang belum memiliki sekolah.

Saat ini, masing-masing jalur masih dalam tahap kajian.

"Zonasi ini masih kami kaji. Sebab, ada wilayah yang tak memiliki SMP," kata Kepala Dindik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Rabu (5/4/2023).

Yusuf menerangkan, siswa yang tinggal di kelurahan yang tak memiliki SMP seringkali kesulitan saat seleksi melalui jalur zonasi. Kalau pun lulus seleksi, mereka juga harus mendapatkan sekolah yang jauh dari tempat tinggal.

Untuk mengakomodasi hal ini, maka Dindik Surabaya tengah mengkaji dua sistem zonasi. Dua jenis zonasi tersebut adalah zonasi umum dan zonasi khusus.

"Zonasi umum bisa diikuti oleh siswa yang dekat dengan sekolahan. Jadi dekat-dekatan jalan. Nggak ada batas kelurahan," ujar Yusuf.

Kedua, Dindik Surabaya juga menyiapkan zonasi khusus.

"Zonasi ini diperuntukkan bagi sekolah di kawasan tersebut. Nanti kami rangking sesuai dengan jarak terdekat," tambahnya.

Zonasi khusus ini, disiapkan untuk memberikan peluang lebih besar kepada siswa setempat bisa diterima. Sebab, dengan zonasi khusus ada kuota siswa yang diterima.

Dengan melalui sistem ini, siswa memiliki harapan diterima, sekalipun berada jauh dari sekolah dalam satu kecamatan.

"Persentasenya masih kami kaji. Bisa sekitar 10-15 persen (dari total siswa yang diterima)," ungkap Yusuf.

Terkait teknis pendaftaran, siswa dapat memilih satu di antara dua mekanisme tersebut.

"Nanti dibuka bersamaan. Siswa bisa menghitung, yang bersangkutan ikut umum atau khusus. Kalau khusus ikut kecamatan, kalau umum dekat-dekatan dengan sekolah," ia menuturkan.

PPDB sekolah negeri akan berlangsung bersamaan dengan sekolah swasta. Orang tua/wali murid bisa ikut memandu para siswa dalam memilih sekolah.

"Harus punya pandangan. Jarak juga menjadi pertimbangan. Selain dalam proses seleksi, juga dalam hal jarak tempuh saat sekolah nantinya," imbau Yusuf.

Para orang tua, juga diimbau untuk mulai mencari sekolah dengan memperhatikan kriteria tersebut.

"Waktu titik jarak, orang tua harus melakukan dengan baik. Harus aktif mengawasi dengan masing-masing lokasi," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved