HASIL FORENSIK 9 Korban Pembunuhan Berantai Dukun di Banjarnegara, Penyebab Kematian Terungkap
Terungkap hasil forensik 9 Korban Pembunuhan Berantai Dukun di Banjarnegara. Kombes Sumy Hastry Beber Penyebab Kematian.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Kasus pembunuhan berantai dukun di Banjarnegara yang menghebohkan publik masih terus bergulir.
Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Jateng, Kombes Sumy Hastry Purwanti membeberkan hasil pemeriksaan forensik para korban dukun pengganda uang Banjarnegara.
Dari 12 jasad korban yang ditemukan, 9 jasad sudah diketahui penyebab kematiannya.
Dalam pemeriksaaan terungkap, enam jenazah berjenis kelamin laki-laki.
Sisanya tiga orang berjenis kelamin perempuan.
"Usianya antara 25 hingga 50 tahun," papar Kombes Sumy Hastry Purwanti , Selasa (4/4/2023) sore.
Seperti dilansir dari TribunJateng.com dalam artikel 'Kata Ahlli Forensik Kombes Sumy Hastry Soal 9 Korban Dukun Banjarnegara, Sebab Kematian Terungkap'.
Pemeriksaan forensik dipimpin langsung oleh Hastry dari Senin (3/4/2023) malam hingga Selasa dini hari.
Kondisi jenazah dalam keadaan pembusukan lanjut.
"Kami perkirakan waktu kematian antara 6 bulan sampai 24 bulan,” imbuhnya.
Ia mengatakan, untuk penyebab kematian lantaran lemas karena racun.
Baca juga: 7 Fakta Baru Pembunuhan Berantai Dukun di Banjarnegara: Sosok BS Tangan Kanan Mbah Slamet & Perannya
"Racunnya jenis apa nanti menunggu hasil laboratorium forensik,” tuturnya.
Ia melanjutkan, kesembilan jenazah semuanya belum teridentifikasi.
Padahal, ada dua lagi jenazah ditemukan.
Ia pun bersama timnya kembali bertolak ke Banjarnegara dan Purwokerto untuk kembali melakukan pemeriksaan jenazah.
“Ini dua lagi ketemu (jenazah),” terangnya.
Korban jadi 12 orang
Polisi kembali menemukan dua jenazah lagi korban dukun pengganda uang di Banjarnegara, Selasa (4/4/2023).
Temuan itu dilakukan selepas polisi melakukan beberapa penggalian berdasarkan petunjuk tersangka.
Total sampai hari ini, terdapat 12 jasad manusia yang ditemukan polisi.
"Iya, total ada 12 jenazah ditemukan," kata Kabibdhumas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy kepada wartawan di kantor Polda Jateng, Selasa (4/4/2023) sore.
Seperti dilansir dari Tribun Jateng dalam artikel 'Bertambah 2 Jasad, Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang Menjadi 12 Orang di Banjarnegara'.
Menurutnya, jasad tersebut sudah terpendam selama sekira enam bulan.
Hanya saja, polisi masih bekerja untuk menemukan detail semua korban lewat tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Ada yang tinggal tengkorak saja," paparnya.
Pengakuan Istri Soal Ritual
Seneh (49), Istri dari tersangka Tohari alias Mbah Slamet sempat merasa terkejut karena suaminya ditangkap polisi.
Namun demikian, ia juga mengaku tidak tahu dengan aktifitas suaminya tersebut.
Sebelumnya dia tidak mengetahui secara persis aktifitas perdukunan yang dilakukan Tohari.
Sehingga iapun merasa merasa biasa-biasa dan tidak tahu banyak.
Istri tersangka, yaitu Seneh (49) mengatakan kalau suaminya itu memang kerap menerima tamu-tamu.
"Saya kurang tahu, saya juga kaget. Kerjaan bapak tidak jelas dan serabutan. Saya sudah berkeluarga selama 25 tahun," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (4/4/2023).
Ia tahu kalau suaminya sering menerima tamu namun dirinya jarang berkomunikasi dengan para tamu tersebut.
"Saya juga tidak pernah tanya-tanya," imbuhnya.
Tersangka diketahui sudah 1 tahun tidak pulang usai bertemu dengan seseorang asal Pagentan.
Namun demikian Istri tersangka juga mengaku merasa biasa saja.
"Saya biasa-biasa saja karena tidak tahu dengan aktifitas bapak. Cuma sempat kaget saat diseret-seret di kebun oleh polisi," katanya.
Sang istri menceritakan suaminya itu terakhir bertemu saat awal puasa.
Namun pergi lagi entah kemana dan hanya pulang sebentar saja.
Dengan ditangkapnya sang suami, tanggapan masyarakat juga biasa saja dan tidak ada yang aneh.
"Tidak ada imbasnya dari masyarakat dan biasa saja," jelasnya.
Tersangka Tohari diketahui mempunyai dua orang anak, yaitu putri umur 24 tahun dan putra 14 tahun.
Terkait dengan ritual, sang istri memang kerap memergoki suaminya membawa tamu-tamu di sebuah ruangan di depan rumah.
"Katanya ada ritual yang dilakukan di dalam ruangan depan rumah tapi cuma sebentar.
Memang kerap kasih uang tapi tidak tahu dari mana dan tamu tidak pernah menginap," ungkapnya.
Diketahui, belasan jasad ditemukan merupakan korban pembunuhan berantai dukun pengganda uang Slamet Tohari (45).
Kasus ini terungkap usai polisi menemukan jasad PO (53) terpendam di jalan setapak menuju hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara, Minggu 2 April 2023.
PO sempat memberi pesan kepada sang anak untuk melapor ke aparat kepolisian jika dirinya tak kunjung kembali dari rumah tersangka.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kembali menemukan sembilan jasad di ladang milik tersangka , Senin 2 April 2023.
Ditambah dengan korban PO berarti ada 10 jasad.
Petugas kembali menemukan dua jasad lagi hari ini, sehingga total ada 12 jasad.
Diberitakan sebelumnya, Polres Banjarnegara menangkap Slamet Tohari alias mbah Slamet (45) dan asistennya BS (32) warga Comal, Pemalang.
Keduanya merupakan komplotan penipu dengan modus penggandaan uang.
Slamet dan BS membunuh korbannya dengan racun.
Saat ini keduanya telah ditahan.
Kabidbumas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng akan mengindentifikasi mayat tersebut malam ini.
"10 jenazah masih penyelidikan, malam ini akan diidentifikasi tim DVI Polda Jateng," katanya melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (3/4/2023) malam.
Iqbal meminta terhadap keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya silahkan laporan ke Polres Banjarnegara.
Dapat pula mendatangi kantor kepolisian terdekat.
"Nanti akan dibantu untuk proses identifikasi," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, tersangka pembunuhan TH (45) alias Mbah Slamet si dukun pengganda uang ditangkap polisi lantaran membunuh para korbannya.
Ia mengiming-imingi para korban dengan keuntungan besar bilamana menggandakan uang di tempatnya.
Korban dijanjikan misal setor uang Rp40 juta hingga Rp70 juta akan digandakan menjadi Rp5 miliar.
Bukannya menempati janji, para korban malah dibunuh secara keji dengan dikubur di satu liang lahat di area perkebunan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Polisi telah melakukan penggalian sejak Senin (3/4/2023) siang.
Penggalian merupakan hasil penulusuran polisi dengan pemantik terbunuhnya korban korban pertama atas inisial PO (53) warga Sukabumi, Jawa Barat.
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.